Showing posts with label Komunitas. Show all posts
Showing posts with label Komunitas. Show all posts

Friday, August 14, 2015

Bagaimana cara menjawab titipan salam

Contoh :suatu saat kita dapat salam dari seseorang :

"Mas dapat salam dari ustadz yang tadi khutbah"

Atau 

"Teh dapat salam dari ustadzah teteh, katanya hafalan teteh makin bagus"

⌚Biasanya kita jawab :
Iya, Waalaikumsalam (keselamatan senantiasa untuk kalian)

Kalau jawab 'waalaikumsalam' 
maka kita hanya mendoakan orang yang menyampaikan 

Karena kata 'kum' dalam ilmu nahwu adalah 'dhamir mukhatab' atau kata ganti orang yang ada di hadapan kita, sehingga orang yang menitip salam belum mendapatkan doa dari kita

⌛Ternyata di zaman Rasul juga ada titip salam lho

“Sesungguhnya ayahku  mengucapkan  salam  kepadamu”. Maka  Nabi  SAW  menjawab, “ ‘Alaika  wa  ‘alaa  abiikas  salaam  (Semoga keselamatan atas kamu dan atas bapakmu)”. [HR, Abu Dawud juz 4, hal. 358, no. 5231] 

Berkata al-Allamah Ibnu Qoyyim rahimahullah, “Di antara petunjuk Nabi Shallallahu alaihi wa sallam adalah apabila seseorang menyampaikan salam kepadanya dari orang selainnya, Beliau menjawab salam orang yang menyampaikan salam tersebut dan orang yang menitipkannya”.

Bagaimana cara menjawabnya❓

Kalau dirinci cara menjawabnya tergantung yang menyampaikan dan yang menitip salam:

➿ Kalau yang menyampaikan laki2 dan menitip salam juga laki2 
Jawab kita : 
'Alaika wa 'Alaihis salam = 
Semoga keselamatan selalu untukmu(lk) dan untuknya(lk)

➿Kalau yang menyampaikan laki2 dan yang menitip salam perempuan 

Jawab kita : 
'Alaika wa 'Alaihas salam = 
Semoga keselamatan selalu untukmu(lk) dan untuknya(pr)

➿Kalau yang menyampaikan perempuan dan yang menitip salam laki2 
Jawab kita :
'Alaiki wa 'Alaihis salam
 Semoga keselamatan untukmu (pr) dan atasnya(lk)

➿ Kalau yang menyampaikan perempuan dan yang menitip salam perempuan
Jawab kita :
'Alaiki wa 'Alaihas salam
 Semoga keselamatan untukmu (pr) dan atasnya (pr)

Rumus

Untuk mengingat2 , kita rinci ada 3 tahapan :

➿Siapa yang menyampaikan

Kalau yang menyampaikan laki2 : 
 'Alaika  = Atasmu (laki2)

Kalau yang menyampaikan perempuan :
'Alaiki  = Atasmu (perempuan)

➿ Digabung dengan siapa yang menitip salam

Kalau yang nitip salam laki2 :
'Alaihi = atasnya (laki2)

Kalau perempuan 
'Alaiha = atasnya (perempuan)

Adapun kata sambungnya :  Wa (dan)

➿Kemudian tambahkan di belakangnya lafal 'salam' yang artinya keselamatan 

➿Contoh Penggunaan seperti di atas

Boleh ditambahkan 'wa rahmatullahi wa barakatuh' (kasih sayang Allah dan keberkahan) sebagaimana dicontohkan oleh Aisyah ra saat mendapat salam dari malaikat Jibril

Dari Aisyah radliyallahu anha, bahwasanya Rosulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya,

      يَا عَائِشَةُ هَذَا جَبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ فَقَالَتْ: وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لَا أَرَى –تريد النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم

            “Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu”. Aisyah berkata, “Salam juga untuknya, rahmat dan berkah Allah semoga dilimpahkan kepadanya.
Engkau dapat melihat perkara-perkara yang tidak dapat aku lihat –yang dimaksud   Nabi Shallallahu alaihi wa sallam-

“. [HR al-Bukhoriy: 3217, 3768, 6201, 6249 Muslim: 2447, Abu Dawud: 5232 dan at-Turmudziy: 2846]

Di dalam musnad al-Imam Ahmad terdapat tambahan , Aisyah radliyallahu anha berkata,

      فَقُلْتُ: وَ عَلَيْكَ وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

‘Aku menjawab, “Salam pula untukmu (yaitu Rasululullah shallahu alaihi wa sallam) dan semoga salam, rahmat dan berkah Allah Azza wa Jalla dilimpahkan untuknya”. [HR. Imam Ahmad ].

Reposted by:

Team Syiar IHQ
ODOJ

Friday, April 10, 2015

Sifat Kasih Sayang Harus Ada Pada Seorang Mukmin

Jum'at, 10 April 2015 / 20 Jumaditsani 1436 H

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ingatkah anda kisah shahih hadits seorang pelacur yang masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan?

Tidakkah anda berpikir? Pelacur? Anjing?

Ya, sifat kasih sayang (rahmat) itu dan berjiwa hanif. Allah Maha tahu mana hati hamba-Nya yang benar-benar memiliki sifat ini. (ingat! bukan berarti pembenaran boleh menjadi pelacur asalkan memiliki sifat kasih sayang/rahmah, kita tidak tahu bagaimana hati pelacur tersebut, mungkin dia terpaksa dan hatinya terus mengingkari dan selalu berdoa agar bisa lepas dari kubangan tersebut)

Tidak layak seorang mengaku beriman dan mukmin tetapi kasar, banyak mencela, berkata kasar, wajah sangar, sombong dan tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya.

Mengaku mukmin dan muslim harus disertai pembuktian memiliki rasa kasih sayang. Hati peka terhadap kebaikan dan peka terhadap orang yang lemah, miskin dan perlu ditolong. Kasih sayang kepada saudaranya, menginginkan kebaikan serta lembut terhadap saudaranya se-Islam.

Berikut kisahnya dalam hadits ini,

بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

“Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut-pen) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu”[1]

Sifat rahmah dan kasih sayang sudah dicontohkan oleh teladan kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At Taubah: 128)

Dan beliau juga memerintahkan agar bersifat kasih sayang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada,

إِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

“Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang.”[2]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda

الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَانُ، اِرْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Para pengasih dan penyayang dikasihi dan di sayang oleh Ar-Rahmaan (Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang-pen), rahmatilah yang ada di bumi niscaya kalian akan dirahmati oleh Dzat yagn ada di langit”[3]

Al-Munaawir rahimahullah berkata,

بِصِيْغَةِ الْعُمُوْمِ يَشْمَلُ جَمِيْعَ أَصْنَافِ الخَلاَئِقِ فَيُرْحَمُ البَرّ وَالفَاجِرُ وَالنَّاطِقُ والْمُبْهَمُ وَالْوَحْشُ وَالطَّيْرُ

“Sabda Nabi (rahmatilah yang ada di bumi) dengan konteks keumuman, mencakup seluruh jenis makhluk, maka mencakup rahmat kepada orang baik, orang fajir, orang yang berbicara, orang yang bisu, hewan dan burung”[4]

Demikian semoga bermanfaat
 
------------------
[1] HR Al-Bukhari no 3467 dan Muslim no 2245
[2]  HR At-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir, dan dihasankan oleh Syaikh Albani dalam shahih Al-Jaami’ no 2377
[3] HR Abu Dawud no 4941 dan At-Thirmidzi no 1924 dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam as-Shahihah no 925
[4] Faidhul Qadiir 1/473, Maktabah At-Tijariyah, Mesir, cet. I, 1346 H, syamilah

=======================

♻♻♻♻♻♻♻♻
Facebook : Komunitas Ma'tsurat (KOMA)
Page : Komunitas Ma'tsurat - KOMA
Twitter : @komaindonesia
Email : komunitas.matsurat@gmail.com
Blog : komunitasmatsurat.blogspot.com
Gabung Koma via whatsapp ketik :
GabungKoma#Nama#No.WA#L/P#Domisili
Kirim ke :
Ikhwan : 081312283340 (S Rijal)
Akhwat : 08170428091 (Mufa)
♻♻♻♻♻♻