Showing posts with label Pengingat. Show all posts
Showing posts with label Pengingat. Show all posts

Wednesday, January 20, 2016

Tentang bangun untuk tahajjud

Kita terlalu sering membuat trik teknis supaya bisa bangun di sepertiga malam. Tidur lebih awal (ini oke). Minum banyak air (menurut saya ini cara bodoh). Pake alarm (ini juga oke). Minta dibangunin orang (ya boleh lah).
Tapi kita lupa, bahwa tahajjud adalah kencan antara kita dengan Allah. Pertemuan akan terjadi jika kedua belah pihak meninginginkan. Sebagus apapun trik teknis agar bangun, jika Allah tidak menghendaki bertemu kita malam itu, kita tidak akan bisa menjalankannya. 
Bahkan ketika sudah bangun pun, Allah selalu punya cara untuk menghalangi kita bertemu dengannya. Seingin apapun kita.
Maka, cara terbaik agar kita bisa bangun tahajjud adalah : menjaga diri sepanjang hari untuk tidak berbuat dosa. Agar Allah pun ingin bertemu dengan kita.
Tapi, bukan berarti yang rajin sholat tahajjud tidak punya dosa juga. 
**manggut-manggut, dengerin diri sendiri kasih nasihat yang gak pernah dijalankan**nasihat ini didapat dari ceramah Ustz. Yusuf Mansur**
(via jagungrebus)

Thursday, April 16, 2015

Kapan?

Apakah kita di cintai Allah?

Seseorang yang dicintai Allah mempunyai beberapa ciri:


Dipersulit untuk berbuat maksiat. Contohnya, seseorang itu berniat jahat atau buruk, ada aja caranya Allah untuk menggagalkan niat itu, misalnya tiba- tiba dia lupa, atau ketiduran atau dialihkan keurusan yang lain, bisa jadi langsung Allah tegur sebagai tanda bahwa niatnya itu ga akan direstui Allah.


Dimudahkan untuk taat sadar atau tanpa sadar, contohnya seseorang itu sedang tidur dimalam hari, waktu tajahud tiba, dia lupa pasang alarm tapi tiba- tiba ada kucing berantem, jadi aja dia kebangun, waktu dia ingin tidur lagi, mendadak Allah buat dia pingin buang air kecil, jadilah akhirnya Allah gerakkan hatinya untuk solat tahajud setelahnya. "Oh iya ya, mungkin ini cara Allah bangunin saya, biar saya tahajud :)". dan lain- lain. 

Selalu dibuat bergantung kepada Allah. Banyak yang mengira bahwa ujian, cobaan, kesulitan yang kita alami adalah hukuman dari Allah padahal belum tentu, bisa jadi itu adalah karunia Allah dalam bentuk lain, dengan kesulitan boleh jadi, kita jadi lebih dekat, lebih banyak beribadah, lebih banyak berdoa ke Allah. itu salah satu tanda bahwa Allah membuat kita bergantung kepadaNya. Intinya Allah itu ingin kita selalu dekat denganNya, karena belum tentu ketika Allah beri nikmat kita akan sedekat itu denganNya. 


~ Mesjid Istiqlal, 12 April 2015 ~
AA Gym   

Wednesday, April 15, 2015

Bersemangatlah, Kawan…

Satu waktu, sudah lama sekali…
Seseorang berkata dengan wajah sendu…

“Alangkah beratnya… Alangkah banyak rintangan… Alangkah berbilang sandungan… Alangkah rumitnya.”

Aku bertanya, “Lalu?”

Dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk…

“Apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”

“Hanya karena itu kau menyerah kawan?”
Aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya,

“Yah… bagaimana lagi? Tidakkah semua hadangan ini pertanda bahwa Allah tak meridhainya?”

Aku membersamainya menghela nafas panjang,
Lalu bertanya, “Andai Muhammad -shalallaahu ‘alaihi wa sallam- berfikir sebagaimana engkau menalar, kan adakah Islam di muka bumi?”

“Maksudmu akhi?”  ia terbelalak.

“Ya. Andai Muhammad berpikir bahwa banyak kesulitan berarti tak diridhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?”

“Ada banyak titik sepertimu saat ini, Saat Muhammad bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar…
Mungkin saat dalam rukuknya ia dijerat di bagian leher, Mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta, Mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu, Mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun, dan tukang sihir, Mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib, Mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa di depan mata, Atau saat paman terkasih dan istri tersayang berpulang, Atau justru saat dunia ditawarkan padanya; tahta, harta, wanita…”

“Jika Muhammad berpikir sebagaimana engkau menalar, tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?”

“Tapi Muhammad tahu, kawan… Ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya, berat atau ringannya, bahagia atau deritanya, senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya”

“Ridha Allah terletak pada apakah kita menaatiNya dalam menghadapi semua itu? Apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan larangNya dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan?”
“Maka selama di situ engkau berjalan, bersemangatlah kawan…”

~ Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A. Fillah (via tumblr) ~

Masya Allah, yang terpenting Allah Ridha titik.

Saturday, April 11, 2015

Berapa 2 x 2?

TOLONG dijawab:
1. 2×2
2. 167×124
Ya, pertanyaan no.1 adalah pertanyaan intuitif dan dapat kita jawab secara intuitif, tapi pertanyaan no.2 adalah pertanyaan kognitif dan dibutuhkan usaha kognitif pula untuk menjawabnya, yang sayangnya untuk melakukan usaha kognitif kita sering kali malas.
Dan perlu diketahui, ternyata ketika seseorang sedang/akan melakukan maksiat, maka yang bekerja adalah sistem intuitif, bukan kognitif.
Itulah yang terjadi pada Adam dan Hawa, mereka secara intuitif terbujuk rayuan setan.dan kemudian menyesal setelah melakuannya
(setelah itu baru sistem kognitif mereka bekerja).
Nah, lain kali kalau mau melakukan kegiatan maksiat, pertimbangkan dulu dengan sistem kognitif diri kita, kalau tidak akibatnya berat.
Nabi Adam dibuang dari surga, dan jangan sampai kesempatan memperbaikinya di dunia ini kita sia-siakan.
Ya Allah, kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.
Sumber: https://www.islampos.com/berapa-2-x-2-176333/

Sunday, April 5, 2015

HIDUP SAYA MEMBOSANKAN, USTADZ

T : "Ustadz, kenapa kok saya ngerasa bosen ya dengan hidup saya yang gini-giniiii terus...
Ga ada variasinya Tadz, ga ada nikmatnya.
Hidupku hambar pak Ustadz. Apalagi masalah saya itu ituuuu aja...  Bosen saya Ustadz... Pengen bahagia tapi ko sulit ya Tadz?"

J : "Ooow.... itu tho...
Mungkin saat ini Alloh juga lagi bosen sama ibu."

T : "Alloh bosen sama saya Ust? Gimana maksudnya tuh ust?"

J : "Mungkin Alloh "capek" nyari ibu tapi ga pernah ketemu.

- Dicari diantara ahli dhuha, ibu ga ada.
- Diantara ahli tahajud juga ga ada.
- Diantara ahli puasa sunnah, ibu juga ga ada.
- Diantara ahli sedekah, ibu juga ga keliatan.
- Diantara ahli Quran, ibu juga ga ada di sana.
- Diantara ahli haji, tabungan pun ibu blm punya, rekening pun ibu blm buka...
- Diantara ahli thalabul 'ilmi, ibu jg gak ada..
- Diantara orang-orang khusyuk sholatnya, ibu juga ga ada.
- Bahkan ibu dicariin diantara mereka yg ahli menutup aurat, tetep juga ga ketemu. Ibu masih minimalis cari yg praktis, tipis, junkis biar isis.

Trus Alloh mesti mau nyari ibu kemana lagi Buuu...?"

T : "????₩¥£€_%%"

Ya Allah...
Berikan kpd kami kemudahan utk taat dan cinta ketaatan padaMu.. Aamiin...