Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts

Wednesday, January 20, 2016

Tentang bangun untuk tahajjud

Kita terlalu sering membuat trik teknis supaya bisa bangun di sepertiga malam. Tidur lebih awal (ini oke). Minum banyak air (menurut saya ini cara bodoh). Pake alarm (ini juga oke). Minta dibangunin orang (ya boleh lah).
Tapi kita lupa, bahwa tahajjud adalah kencan antara kita dengan Allah. Pertemuan akan terjadi jika kedua belah pihak meninginginkan. Sebagus apapun trik teknis agar bangun, jika Allah tidak menghendaki bertemu kita malam itu, kita tidak akan bisa menjalankannya. 
Bahkan ketika sudah bangun pun, Allah selalu punya cara untuk menghalangi kita bertemu dengannya. Seingin apapun kita.
Maka, cara terbaik agar kita bisa bangun tahajjud adalah : menjaga diri sepanjang hari untuk tidak berbuat dosa. Agar Allah pun ingin bertemu dengan kita.
Tapi, bukan berarti yang rajin sholat tahajjud tidak punya dosa juga. 
**manggut-manggut, dengerin diri sendiri kasih nasihat yang gak pernah dijalankan**nasihat ini didapat dari ceramah Ustz. Yusuf Mansur**
(via jagungrebus)
Dear my future,

buatlah waktu subuhmu saat ini sebagai waktu yang penuh kebaikan dengan mengambil hikmah. Entah dengan tilawah, dengan menelusuri sirah nabawiyah dan teladan para shahabiyah, dengan mendengar kajian, atau sekedar membaca dan menulis. Karena ada pelajaran yang harus kita sampaikan di tiap subuh nanti. Sepatah dua patah nasihat untuk diriku, dirimu, juga saat hadirnya mujahid mujahidah kecil. Bukankah cita-cita kita membangun rumah rasa surga di tengah hiruk pikuk sibuknya dunia? 

©Quraners

Tuesday, January 5, 2016

PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU

Dibawah ini adalah tulisan Arief Budiman, CEO Petakumpet Advertising di Jogja, penulis buku 'Tuhan Sang Penggoda'.

Kisah penuh nasehat dengan ending yang mengejutkan, juga intropeksi.. Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal sholat kita yang juga berantakan..

Selamat membaca!

~~=========~~~

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya.

Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam.

Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi.

Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan.

Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, "Jadual sholatmu gimana?"

"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.

"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.

"Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.

"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.

"Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata, "Pantas jadual hidupmu berantakan."

"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.

"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.

"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.

"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.

"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.

"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek.

Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget..

Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna.

Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B.
"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut, "O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"

Dari seberang sana dia menjawab, "OK Mas, nanti saya sampaikan."
Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah SMS masuk, bunyinya:
"Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup."

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.

Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya.

Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita.

Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah.

Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.

Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.

Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya.

Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya.

Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

Yuk Resolusi diri di tahun 2016

Perbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta agar dimudahkan segala urusan kita.. manusia cuma bs berencana, Tuhan jualah penentu segalanya.

Wednesday, November 11, 2015

Yang diyakini, yang didapatkan

Di saat kita semua berlomba untuk
mengejar impian dengan keyakinan yang amat besar bahwa impian itu baik bagi kita, ada Allah Yang Maha Mengetahui dengan ilmu-ilmuNya bahwa yang terbaik bagi kita tidak selalu sesuai dengan prasangka kita.

Lalu ada kalanya beberapa dari kita mengira bahwa dengan meyakini usaha- usaha kita, kita pasti akan sampai pada impian yang telah kita gantungkan. Lalu di saat yang sama, kita lupa bahwa Allah yang
memiliki kehendak atas takdir-takdir kita.

Bukan keyakinan dan usaha saja yang mengantarkan kita sampai pada tujuan. Tapi hanya kebaikan Allah yang membuat kita sampai pada tujuan.

Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita, bahwa ada seorang hamba yang meminta keadilan pada Allah atas amalnya di dunia agar masuk surga, tapi dia tidak mendapatkannya. Lalu dalam cerita itu terajarkan bahwa surga dan segala impian yang kita gantungkan hanya bisa dicapai dengan rahmat Allah, bukan hanya pada amal dan usaha-usaha kita.

Jika suatu saat nanti kamu berada dalam pencapaian mimpimu, maka ingatlah bahwa pencapaian itu bukan sebatas bayaran- bayaran atas usaha-usaha kamu. Tapi di balik itu, ada Allah yang telah menghendaki kamu untuk berada di sana.

Agar tidak sombong diri, seperti Qarun yang mengatakan bahwa “ini semua adalah berkat upayaku” . Agar tidak lupa diri, seperti Firaun
yang berkata “aku adalah tu(h)an kamu sekalian” .

Sesungguhnya, kita perlu bersantun santun pada Allah dalam mencapai tujuan.

Sumber:
http://bagus-adikarya.tumblr.com

Friday, July 31, 2015

Setiap kali engkau memperbaiki niatmu, maka Allah akan memperbaiki keadaanmu. 

Dan setiap kali engkau mengharapkan kebaikan untuk orang lain, engkau akan mendapatkan kebaikan dari arah yang tidak kamu sangka. 

Dan saat kita hidup untuk membahagiakan orang lain, Allah akan memberi kita rizki berupa orang lain yang akan membahagiakan kita. 

Maka berusahalah untuk memberi bukan menerima, karena setiap kali engkau memberi, maka engkau akan menerima tanpa meminta sekalipun!

(Syaikh Shalih Awadh Al Mughamisi - Imam Masjid Quba)

Saturday, July 4, 2015

Ramadhan #17 : Ayah dalam Shaf Terdepan

Berbeda dengan ramadhan tahun lalu dimana aku harus memperlambat langkahku, mengikuti langkah kaki ayah.
“Ayah malu deh, mau ke masjid aja harus dituntun segala.” Katanya setelah kami melewati beberapa pemuda yang sedang nongkrong di ujung gang rumah. “Harusnya mereka yang malu, yah. Masih muda dan sehat tapi gak solat tarawih ke masjid.” Hiburku menimpali.

Alhamduillah aku sudah lancar mengendarai motor. Ayah adalah salah satu motivasiku berani mengendarai motor (lagi). Ramadhan tahun ini aku membonceng ayah menuju masjid yang jaraknya tidak terlalu jauh dari
rumah.

Sesampainya di masjid, ayah dibantu menuju tempat solat oleh tetanggaku. Hijab masjid yang terbuat dari kaca memudahkanku melihat ayah dalam barisan jama’ah laki-laki di depan.

“Koq tadi ayah solatnya di shaf belakang sih, padahal kan tadi datengnya duluan?” tanyaku sesampainya kami di rumah.

“Ayah cuma gak mau ganggu kekhusyuan orang yang solat di samping ayah.”
Ayah yang sudah empat tahun di vonis mengidap gagal ginjal, tahun ini sudah tidak sanggup solat berdiri. Tapi semangatnya untuk tetap berjama’ah di masjid memang juara. Meski harus sebaris dengan anak- anak kecil di shaf belakang, ayah tetap memilih solat teraweh berjama’ah di masjid dengan kondisi solat duduk.

Malam berikutnya, ayah berada di baris kelima dekat jendela. Malam berikutnya lagi di baris ketiga, tetap baris terakhir. Baru pertengahan bulan, tapi sejak hari pertama jama’ah solat tarawih semakin menurun.

Jama’ah perempuan pun sekarang bisa ikut masuk ke ruang solat utama.

Malam ini ayah tidak memintaku
mengantarnya ke masjid.
“Ayah boleh istirahat di rumah aja gak, ya? Simpan tenaga buat jum’atan ke masjid besok,”
“Boleh, Yah.”
“Besok ayah harus di shaf depan.” Katanya menambahkan.

Akupun memutuskan solat tarawih di rumah, menemani ayah. Hari yang di tunggu ayah pun tiba. Kali ini aku tak mengantarnya seorang diri. Dan ayah benar-benar berada
di shaf paling depan. Sendirian.

Ayah benar,
perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan menuju masid, perjalanan menuju Rabbnya

Semoga Allah menghitung setiap
langkahmu menuju masjid, yah.

Pengirim Tulisan :
Lisdha Nurakida
Dibalik Tiga Jendela

Source: Masgun

Wednesday, July 1, 2015

Ramadhan #11 : Ibadah yangTulus

Setiap orang dimudahkan ibadahnya dengan cara yang berbeda-beda. Bukan tugas kita menilai apalagi membandingkan kualitas antara satu dengan yang lain. Karena barangkali, begitu banyak kebaikannya yang tidak tampak oleh mata kita.

Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui sedekah, dilebihkan hartanya. Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui hafalan kitab suci, dikuatkan ingatannya. 

Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui kesabarannya, diluaskan hatinya.
 
Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui hal-hal yang tidak pernah kita bisa mengerti bagaimana Allah bekerja terhadap hamba-Nya.

Adalah tugas kita untuk terus berupaya
memperbaiki kualitas ibadah kita.

Karena kita akan dimudahkan untuk sesuatu yang memang diciptakan untuknya.
Jangan bersedih karena kita tidak bisa melakukan ibadah serupa orang lain.
Karena kita tetap bisa beribadah dengan baik melalui cara lain.
Mungkin kita tidak selapang orang lain hartanya, tidak sekuat orang lain hafalannya. Dan banyak hal lain yang membuat kita iri.

Rasa iri ini buatlah sebagai pemicu untuk terus berbuat baik. Karena pintu surga itu ada banyak. Ada begitu banyak jalan ke sana dan jangan putus asa.
Berbuat baik kepada orang tua, menyayangi anak yatim, membantu orang kesusahan, mampu menahan amarah.

Ada begitu banyak pintu surga yang sering kita lupakan.

Selamat beribadah dengan tulus. Biar
singgasana-Nya bergetar, biar malaikat
menulis banyak kebaikan kita, biar malaikat.bekerja siang malam menghapus keburukan kita, biar langit mencintai kita.
Semoga Allah menolong kita dalam beribadah.

©kurniawangunadi
#aamiin

Friday, June 5, 2015

Salah Sedekah

A : Jadi Bapak percaya Allah membalas sedekah Bapak?
B : Memangnya mas ga percaya??
A : ...
B : Terkadang, kita beribadah merasa tidak ikhlas ketika tidak apa yang kita minta terkabul.

Kemarin juga, anak saya juga begitu, ketika dia bantu saya dan istri saya di rumah. Di hari itu saya ga kasih uang lebih ke dia, eh dia marah. Padahal mas tau saya dan istri sedang menabung untuk membeli sepeda baru untuk anak saya. Kalau kata orang sih SURPRISE namanya. :)

Bukannya Allah ga kasih/ membalas mas, tapi Allah pengen kasih mas SURPRISE.
Tapi kan Allah ga selalu balas dengan uang juga, umur panjang, keluarga harmonis misalnya.

Kadang kita lo yang ga sadar. TETAP BERBAIK SANGKA YA MAS


Allah ga pernah ingkar janji :')

Sumber : @filmmakermuslim

Sunday, May 24, 2015

Mudahnya menghafal Al- Quran

indririw:
Berikut hal penting yang kira-kira
disampaikan Ustadz Deden (juara 1 tahfizh 30 juz dan tafsir internasional di Maroko) tentang mudahnya menghapal Al-qur'an di
Masjid Baitul Ihsan, 23 Mei 2015.

Satu. Niat menghapal Al-qur'an itu bukan untuk hapal. Tapi agar semakin dekat dengan Allah. Karena kalau hapal menjadi tujuan, dia akan berhenti pada suatu titik, yaitu sudah hapal.

Kedua. Menghapal Al-qur'an itu tidak juga hanya bisa dilakukan oleh anak kecil atau orang-orang muda. Ibarat mati, yang tak mengenal muda/tua. Menghapal Al-qur'an juga bisa dilakukan orang yang sudah tidak muda.

Ketiga. Saat menghapal seringkali kita keliru, membuat targetan berupa jumlah ayat dalam sehari yang dihapalkan. Padahal seharusnya, jumlah waktu dalam satu hari yang kita hapalkan sudah berapa lama.

Karena istiqamah dalam waktu menghapal, Allah sudah catat nama kita sebagai penghapal Al-qur'an.

Maka, berapapun ayat yang didapat setiap harinya namun dalam waktu yang konstan, semakin mudah untuk istiqamah.

Keempat. Bagi yang kesulitan dalam
menghapal Al-qur'an, sedikit sekali yang dihapal, namun terus ikhtiar menghapal. Lagi-lagi, Allah sudah mencatat nama kita sebagai penghapal Al-qur'an.

Semoga Allah selalu memberikan kita rahmat terbesarNya, berupa Al qur'an agar selalu dibaca, dihapalkan, ditadabburi, dan diamalkan dengan segala konsekuensinya.

Mudahkan ya Allah, mudahkan

Aamiin.

Tuesday, May 19, 2015

Apapun yang terjadi, sesibuk apapun, seberat apapun, sebanyak apapun amanah yang harus dikerjakan dan harus diselesaikan. Yang pertama selesaikan dulu ‘Amanah Allah’. Hari ini hafalan qur’annya sudah bertambah? Murojaah hafalannya sudah? Ibadahnya wajib dan sunnahnya sudah dilaksanakan dengan baik? Insya Allah, ketika Allah sudah ridha dengan ikhtiar yang kita lakukan, waktu akan terasa lapang, akan banyak pintu-pintu kemudahan dan keberkahan yang akan terbuka untuk menyelesaikan semuanya dengan baik. Semakin banyak amanah, semakin meningkat kualitas ibadah.”
(Yoyoh Yusroh, 2010)

Saturday, May 16, 2015

Karena setiap ujian adalah bentuk cinta-Nya

Hijabalila:

Dear, pernahkah kamu merasakan penatnya hidup ? Ketika air mata tak sanggup lagi melukiskan bebanmu :"

Ketika saudara tak lagi mampu menjadi teman berbagi, seolah bumi tak lagi bersahabat dengan suasana hatimu :"

Saat itu Allah sedang menunjukkan cinta-Nya padamu

Cinta yang pernah Allah letakkan pada Nabi Ibrahim saat mengujinya dengan api

Cinta yang pernah Allah lukiskan di hati Nabi Ayyub dengan ujian penyakit

Cinta yang pernah Allah hujamkan pada Rasulullah dengan ujian dari kaum kafir

Meski kadarnya tak sama, tapi itu adalah bagian dari cinta Allah

Allah bebankan masalah di pundakmu, agar engkau menunduk sujud pada-Nya

Allah teteskan kepedihan di qalbumu, agar air matamu mengalir mengingat-Nya

Allah letakkan kesempitan dihatimu agar engkau mengingat-Nya, melapangkan hati

Semua karena Allah mencintai do'a, sujudmu dan memohon pada-Nya

Bukankah mereka yang beriman diuji Allah ?
Sebagai pembuktian bahwa kita orang yang beriman, beriman pada Allah saat lapang dan sempit

Bila hari ini pundakmu terlalu berat menahan masalahmu, saat itu sajadah menunggumu untuk bermunajat

Saat itu juga Allah sedang menantimu untuk memohon, memohon belas kasih dan cinta-Nya.

Karena setiap ujian adalah bentuk cinta-Nya ♡

Friday, May 8, 2015

Akhlak adalah mahkota

Khalid bin Nazar berkata, aku mendengar Imam Malik bin Anas berkata pada seorang pemuda Quraisy: "Wahai anak saudaraku, belajarlah adab (akhlak) sebelum kamu belajar ilmu lainnya"

Mengapa akhlak ini sangat penting? Sebab bila pencari ilmu jauh dari adab maka bukan ilmu yang didapat olehnya namun kesombongan, adapun bila mendapatkan ilmu maka ilmu itu akan jauh dari manfaat

Namun di tangan orang yang berakhlak, ilmu akan memuliakan dirinya dan memuliakan orang lain, kata-katanya akan jadi penyemangat orang meninggalkan maksiat dan pendorong dalam kebaikan

Bagi Muslimah apalagi, akhlak lebih dari hiasan dirinya, akhlak adalah mahkotanya

Dari Hijab Alila

Sunday, April 26, 2015

Semua ada waktunya

udashidiq:

Apa jadinya jikalau jeruk dipetik sebelum ia matang?
Banyak cinta yang dipetik di saat yang salah, ia bahkan belum cukup matang untuk dinikmati manisnya.

Hasilnya apa….

cinta yang belum matang hanya akan dibuang, karena ia belumlah manis, belum layak untuk dinikmati

Bersabarlah

Ibnul Qayyim punya istilah yang sangat indah menjelaskan sabda Rasul bahwa mukmin itu seperti pohon kurma

Pohon kurma itu kata ibnul qayyim, paling sabar dedaunannya, tidak mudah jatuh diterpa angin kencang

Begitulah juga seorang mukmin, paling sabar saat musibah, saat menanti dan saat beramal

Tabah dalam cintanya, dalam amalnya..

#konsekuensi memilih untuk menunggu adalah bersabar. Semua ada waktunya.
#don't think too much, just do anything you can do. Let Allah take His turn then.

Wednesday, April 22, 2015

Tarjim Qur'an Harian #22042015

💦QS. Ali Imron : 14 - 17💦
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

أَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢِ

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik 
(surga)"
(QS. Ali Imran : 14)


قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
"Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya"
(QS. Ali Imran : 15)


الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka"
(QS. Ali Imran : 16)


الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur."
(QS. Ali Imran : 17)

    AHQ & IHQ
  " Majelis Ilmu Qur'ani "

Thursday, April 16, 2015

Kapan?

Apakah kita di cintai Allah?

Seseorang yang dicintai Allah mempunyai beberapa ciri:


Dipersulit untuk berbuat maksiat. Contohnya, seseorang itu berniat jahat atau buruk, ada aja caranya Allah untuk menggagalkan niat itu, misalnya tiba- tiba dia lupa, atau ketiduran atau dialihkan keurusan yang lain, bisa jadi langsung Allah tegur sebagai tanda bahwa niatnya itu ga akan direstui Allah.


Dimudahkan untuk taat sadar atau tanpa sadar, contohnya seseorang itu sedang tidur dimalam hari, waktu tajahud tiba, dia lupa pasang alarm tapi tiba- tiba ada kucing berantem, jadi aja dia kebangun, waktu dia ingin tidur lagi, mendadak Allah buat dia pingin buang air kecil, jadilah akhirnya Allah gerakkan hatinya untuk solat tahajud setelahnya. "Oh iya ya, mungkin ini cara Allah bangunin saya, biar saya tahajud :)". dan lain- lain. 

Selalu dibuat bergantung kepada Allah. Banyak yang mengira bahwa ujian, cobaan, kesulitan yang kita alami adalah hukuman dari Allah padahal belum tentu, bisa jadi itu adalah karunia Allah dalam bentuk lain, dengan kesulitan boleh jadi, kita jadi lebih dekat, lebih banyak beribadah, lebih banyak berdoa ke Allah. itu salah satu tanda bahwa Allah membuat kita bergantung kepadaNya. Intinya Allah itu ingin kita selalu dekat denganNya, karena belum tentu ketika Allah beri nikmat kita akan sedekat itu denganNya. 


~ Mesjid Istiqlal, 12 April 2015 ~
AA Gym   

Saturday, April 11, 2015

Berapa 2 x 2?

TOLONG dijawab:
1. 2×2
2. 167×124
Ya, pertanyaan no.1 adalah pertanyaan intuitif dan dapat kita jawab secara intuitif, tapi pertanyaan no.2 adalah pertanyaan kognitif dan dibutuhkan usaha kognitif pula untuk menjawabnya, yang sayangnya untuk melakukan usaha kognitif kita sering kali malas.
Dan perlu diketahui, ternyata ketika seseorang sedang/akan melakukan maksiat, maka yang bekerja adalah sistem intuitif, bukan kognitif.
Itulah yang terjadi pada Adam dan Hawa, mereka secara intuitif terbujuk rayuan setan.dan kemudian menyesal setelah melakuannya
(setelah itu baru sistem kognitif mereka bekerja).
Nah, lain kali kalau mau melakukan kegiatan maksiat, pertimbangkan dulu dengan sistem kognitif diri kita, kalau tidak akibatnya berat.
Nabi Adam dibuang dari surga, dan jangan sampai kesempatan memperbaikinya di dunia ini kita sia-siakan.
Ya Allah, kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.
Sumber: https://www.islampos.com/berapa-2-x-2-176333/

Friday, April 10, 2015

Sifat Kasih Sayang Harus Ada Pada Seorang Mukmin

Jum'at, 10 April 2015 / 20 Jumaditsani 1436 H

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ingatkah anda kisah shahih hadits seorang pelacur yang masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan?

Tidakkah anda berpikir? Pelacur? Anjing?

Ya, sifat kasih sayang (rahmat) itu dan berjiwa hanif. Allah Maha tahu mana hati hamba-Nya yang benar-benar memiliki sifat ini. (ingat! bukan berarti pembenaran boleh menjadi pelacur asalkan memiliki sifat kasih sayang/rahmah, kita tidak tahu bagaimana hati pelacur tersebut, mungkin dia terpaksa dan hatinya terus mengingkari dan selalu berdoa agar bisa lepas dari kubangan tersebut)

Tidak layak seorang mengaku beriman dan mukmin tetapi kasar, banyak mencela, berkata kasar, wajah sangar, sombong dan tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya.

Mengaku mukmin dan muslim harus disertai pembuktian memiliki rasa kasih sayang. Hati peka terhadap kebaikan dan peka terhadap orang yang lemah, miskin dan perlu ditolong. Kasih sayang kepada saudaranya, menginginkan kebaikan serta lembut terhadap saudaranya se-Islam.

Berikut kisahnya dalam hadits ini,

بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

“Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut-pen) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu”[1]

Sifat rahmah dan kasih sayang sudah dicontohkan oleh teladan kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At Taubah: 128)

Dan beliau juga memerintahkan agar bersifat kasih sayang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada,

إِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

“Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang.”[2]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda

الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَانُ، اِرْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Para pengasih dan penyayang dikasihi dan di sayang oleh Ar-Rahmaan (Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang-pen), rahmatilah yang ada di bumi niscaya kalian akan dirahmati oleh Dzat yagn ada di langit”[3]

Al-Munaawir rahimahullah berkata,

بِصِيْغَةِ الْعُمُوْمِ يَشْمَلُ جَمِيْعَ أَصْنَافِ الخَلاَئِقِ فَيُرْحَمُ البَرّ وَالفَاجِرُ وَالنَّاطِقُ والْمُبْهَمُ وَالْوَحْشُ وَالطَّيْرُ

“Sabda Nabi (rahmatilah yang ada di bumi) dengan konteks keumuman, mencakup seluruh jenis makhluk, maka mencakup rahmat kepada orang baik, orang fajir, orang yang berbicara, orang yang bisu, hewan dan burung”[4]

Demikian semoga bermanfaat
 
------------------
[1] HR Al-Bukhari no 3467 dan Muslim no 2245
[2]  HR At-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir, dan dihasankan oleh Syaikh Albani dalam shahih Al-Jaami’ no 2377
[3] HR Abu Dawud no 4941 dan At-Thirmidzi no 1924 dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam as-Shahihah no 925
[4] Faidhul Qadiir 1/473, Maktabah At-Tijariyah, Mesir, cet. I, 1346 H, syamilah

=======================

♻♻♻♻♻♻♻♻
Facebook : Komunitas Ma'tsurat (KOMA)
Page : Komunitas Ma'tsurat - KOMA
Twitter : @komaindonesia
Email : komunitas.matsurat@gmail.com
Blog : komunitasmatsurat.blogspot.com
Gabung Koma via whatsapp ketik :
GabungKoma#Nama#No.WA#L/P#Domisili
Kirim ke :
Ikhwan : 081312283340 (S Rijal)
Akhwat : 08170428091 (Mufa)
♻♻♻♻♻♻

Thursday, April 9, 2015

Percakapan Allah dan seorang hamba

Allah : “ Hambaku, bangunlah! Lakukan shalat malam 11rakaat .. ”

Hamba : “Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.”

Allah : “ Hambaku, lakukan 2 rakaat syafa’ dan 1 rakaat witir saja .. ”

Hamba : “Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku untuk bangun di tengah malam.”

Allah : “ Hambaku shalat witir saja ..”

Hamba : “Illahi, hari ini capek sekali, apa tidak ada cara lain?”

Allah : “ Hambaku, wudhulah sebelum tidur lalu menatap ke langit katakan YA ALLAH…”

Hamba : “ Illahi, aku sudah ngantuk kalau aku bangun nanti ngantuknya hilang. ”

Allah : “ Hambaku, tayammum saja di tempat tidur mu dan katakan YA ALLAH..”

Hamba : “Illahi, udara terasa dingin sekali, aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut.”

Allah : “ Hambaku, kalau begitu sebut saja dalam hati YA ALLAH, dan akan kami hitung itu sebagai shalat malam. ”

Sampai disini si hamba sudah tidak peduli karena tertidur pulas ..

Allah : “Lihatlah wahai malaikatku, bagaimana telah aku mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dariku dan tidur tanpa meninggalkan apapun.. Bila datang waktu subuh bangunkan dia agar dia bermunajat padaku, Karena aku merindukan suaranya ..”

Malaikat : “Ya Illahi, telah kami bangunkan dia tapi dia kembali tidur.”

Allah : “ Bisikkan di telinganya bahwa aku menantinya.”

Malaikat : “Illahi, dia tetap tidur.”

Allah : “ Katakan, sudah azan sebentar lagi matahari terbit. Bangunlah sebelum habis waktu subuh.”

Malaikat : “Illahi, apa Engkau tidak ingin marah padanya?”

Allah : “Hambaku tidak memiliki siapapun selain Aku, semoga suatu saat dia bertobat. Hambaku, ketika engkau shalat aku menyimak dan memandangmu, seakan aku tidak memiliki hamba selainmu… Namun engkau lalai seakan kau memiliki ratusan Tuhan..

Betapa Maha Penyayangnya Engkau, ya Rabb ..
Betapa Maha Pengampunnya Engkau, ya Allah ..
Betapa Maha Agungnya Engkau, ya Illahi …
Ampuni kami hambaMu yang lemah ini…
Aamiin allahumma aamiin :’)

Sumber: Retno DN (blog.retno.net)