Showing posts with label Self Reminder. Show all posts
Showing posts with label Self Reminder. Show all posts

Wednesday, January 20, 2016

Tentang bangun untuk tahajjud

Kita terlalu sering membuat trik teknis supaya bisa bangun di sepertiga malam. Tidur lebih awal (ini oke). Minum banyak air (menurut saya ini cara bodoh). Pake alarm (ini juga oke). Minta dibangunin orang (ya boleh lah).
Tapi kita lupa, bahwa tahajjud adalah kencan antara kita dengan Allah. Pertemuan akan terjadi jika kedua belah pihak meninginginkan. Sebagus apapun trik teknis agar bangun, jika Allah tidak menghendaki bertemu kita malam itu, kita tidak akan bisa menjalankannya. 
Bahkan ketika sudah bangun pun, Allah selalu punya cara untuk menghalangi kita bertemu dengannya. Seingin apapun kita.
Maka, cara terbaik agar kita bisa bangun tahajjud adalah : menjaga diri sepanjang hari untuk tidak berbuat dosa. Agar Allah pun ingin bertemu dengan kita.
Tapi, bukan berarti yang rajin sholat tahajjud tidak punya dosa juga. 
**manggut-manggut, dengerin diri sendiri kasih nasihat yang gak pernah dijalankan**nasihat ini didapat dari ceramah Ustz. Yusuf Mansur**
(via jagungrebus)
Dear my future,

buatlah waktu subuhmu saat ini sebagai waktu yang penuh kebaikan dengan mengambil hikmah. Entah dengan tilawah, dengan menelusuri sirah nabawiyah dan teladan para shahabiyah, dengan mendengar kajian, atau sekedar membaca dan menulis. Karena ada pelajaran yang harus kita sampaikan di tiap subuh nanti. Sepatah dua patah nasihat untuk diriku, dirimu, juga saat hadirnya mujahid mujahidah kecil. Bukankah cita-cita kita membangun rumah rasa surga di tengah hiruk pikuk sibuknya dunia? 

©Quraners

Tuesday, January 5, 2016

PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU

Dibawah ini adalah tulisan Arief Budiman, CEO Petakumpet Advertising di Jogja, penulis buku 'Tuhan Sang Penggoda'.

Kisah penuh nasehat dengan ending yang mengejutkan, juga intropeksi.. Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal sholat kita yang juga berantakan..

Selamat membaca!

~~=========~~~

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya.

Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam.

Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi.

Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan.

Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, "Jadual sholatmu gimana?"

"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.

"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.

"Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.

"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.

"Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata, "Pantas jadual hidupmu berantakan."

"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.

"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.

"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.

"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.

"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.

"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek.

Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget..

Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna.

Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B.
"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut, "O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"

Dari seberang sana dia menjawab, "OK Mas, nanti saya sampaikan."
Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah SMS masuk, bunyinya:
"Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup."

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.

Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya.

Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita.

Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah.

Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.

Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.

Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya.

Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya.

Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

Yuk Resolusi diri di tahun 2016

Perbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta agar dimudahkan segala urusan kita.. manusia cuma bs berencana, Tuhan jualah penentu segalanya.

Wednesday, November 11, 2015

Yang diyakini, yang didapatkan

Di saat kita semua berlomba untuk
mengejar impian dengan keyakinan yang amat besar bahwa impian itu baik bagi kita, ada Allah Yang Maha Mengetahui dengan ilmu-ilmuNya bahwa yang terbaik bagi kita tidak selalu sesuai dengan prasangka kita.

Lalu ada kalanya beberapa dari kita mengira bahwa dengan meyakini usaha- usaha kita, kita pasti akan sampai pada impian yang telah kita gantungkan. Lalu di saat yang sama, kita lupa bahwa Allah yang
memiliki kehendak atas takdir-takdir kita.

Bukan keyakinan dan usaha saja yang mengantarkan kita sampai pada tujuan. Tapi hanya kebaikan Allah yang membuat kita sampai pada tujuan.

Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita, bahwa ada seorang hamba yang meminta keadilan pada Allah atas amalnya di dunia agar masuk surga, tapi dia tidak mendapatkannya. Lalu dalam cerita itu terajarkan bahwa surga dan segala impian yang kita gantungkan hanya bisa dicapai dengan rahmat Allah, bukan hanya pada amal dan usaha-usaha kita.

Jika suatu saat nanti kamu berada dalam pencapaian mimpimu, maka ingatlah bahwa pencapaian itu bukan sebatas bayaran- bayaran atas usaha-usaha kamu. Tapi di balik itu, ada Allah yang telah menghendaki kamu untuk berada di sana.

Agar tidak sombong diri, seperti Qarun yang mengatakan bahwa “ini semua adalah berkat upayaku” . Agar tidak lupa diri, seperti Firaun
yang berkata “aku adalah tu(h)an kamu sekalian” .

Sesungguhnya, kita perlu bersantun santun pada Allah dalam mencapai tujuan.

Sumber:
http://bagus-adikarya.tumblr.com

Friday, July 31, 2015

Setiap kali engkau memperbaiki niatmu, maka Allah akan memperbaiki keadaanmu. 

Dan setiap kali engkau mengharapkan kebaikan untuk orang lain, engkau akan mendapatkan kebaikan dari arah yang tidak kamu sangka. 

Dan saat kita hidup untuk membahagiakan orang lain, Allah akan memberi kita rizki berupa orang lain yang akan membahagiakan kita. 

Maka berusahalah untuk memberi bukan menerima, karena setiap kali engkau memberi, maka engkau akan menerima tanpa meminta sekalipun!

(Syaikh Shalih Awadh Al Mughamisi - Imam Masjid Quba)

Wednesday, July 1, 2015

Ramadhan #11 : Ibadah yangTulus

Setiap orang dimudahkan ibadahnya dengan cara yang berbeda-beda. Bukan tugas kita menilai apalagi membandingkan kualitas antara satu dengan yang lain. Karena barangkali, begitu banyak kebaikannya yang tidak tampak oleh mata kita.

Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui sedekah, dilebihkan hartanya. Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui hafalan kitab suci, dikuatkan ingatannya. 

Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui kesabarannya, diluaskan hatinya.
 
Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui hal-hal yang tidak pernah kita bisa mengerti bagaimana Allah bekerja terhadap hamba-Nya.

Adalah tugas kita untuk terus berupaya
memperbaiki kualitas ibadah kita.

Karena kita akan dimudahkan untuk sesuatu yang memang diciptakan untuknya.
Jangan bersedih karena kita tidak bisa melakukan ibadah serupa orang lain.
Karena kita tetap bisa beribadah dengan baik melalui cara lain.
Mungkin kita tidak selapang orang lain hartanya, tidak sekuat orang lain hafalannya. Dan banyak hal lain yang membuat kita iri.

Rasa iri ini buatlah sebagai pemicu untuk terus berbuat baik. Karena pintu surga itu ada banyak. Ada begitu banyak jalan ke sana dan jangan putus asa.
Berbuat baik kepada orang tua, menyayangi anak yatim, membantu orang kesusahan, mampu menahan amarah.

Ada begitu banyak pintu surga yang sering kita lupakan.

Selamat beribadah dengan tulus. Biar
singgasana-Nya bergetar, biar malaikat
menulis banyak kebaikan kita, biar malaikat.bekerja siang malam menghapus keburukan kita, biar langit mencintai kita.
Semoga Allah menolong kita dalam beribadah.

©kurniawangunadi
#aamiin

Wednesday, June 17, 2015


Masa-masa terbaik yang kita alami dalam hidup ialah saat-saat dimana kita harus bersabar. 
Jika sabar berwujud manusia, dia akan menjadi yang paling mulia di antara yang lainnya
-Umar ibn Khattab

Friday, June 12, 2015

Pilih Mana ??


Hidup adalah pilihan,
Sebenarnya sudah jelas mana yang baik mana yang kurang baik,
Semoga Allah selalu membimbing kita kepada pilihan yang baik menurutNya. 


Sumber : @filmmakermuslim 

Thursday, June 11, 2015

قصہ رائعہ جدآ
KISAH YANG SANGAT INSPIRATIF
أحببت أهديها لمن أحب 
Ku ingin hadiahkan kepada orang yang kucinta
كان هناك شيخ يعلم تلاميذه العقيدة
Ada seorang guru agama yg mengajarkan Aqidah kpda murid2nya
يعلمهم لا إله إلا اللـه يشرحها لهم
Dia mengajarkan "La ilaaha illallah" kepada mereka & menjelaskan maknanya
يربيهم عليها أسوة بما كان يفعل رسول الله صلى الله عليه وسلم
Mendidik mereka dengan keteladanan Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-
عندما كان يعلم أصحابه العقيدة ويغرسها في نفوسهم
Ketika mengajarkan aqidah beliau berusaha menanamkanya kedalam jiwa murid-murid nya.
وكان الشيخ يحب تربية الطيور والقطط
Sang guru itu senang memelihara burung n kucing
فأهداه أحد تلاميذه ببغاء
Lalu seorang muridnya pun menghadiahkan padanya seekor burung kakatua
ومع الأيام أحب الشيخ الببغاء
Makin hari sang guru pun senang dg burung itu
وكان يأخذه معه في دروسه
Dan sering membawanya pada saat mengajar murid-murid nya
حتى تعلم الببغاء نطق كلمة لا إله إلا الله‼
Sehingga kakatua itu belajar mengucapkan kalimat tauhid "La ilaha illallah"
فكان ينطقها ليلا ونهارا…
Burung kakatua itupun bisa mengucapkan (laa ilaaha illallah) siang malam
وفي مرة وجد التلاميذ شيخهم يبكي?
Suatu ketika murid-murid mendapati sang guru tengah menangis
وينتحب وعندما سألوه
Ketika ditanya beliau menjelaskan dengan terbata- bata
قال لهم هجم القط على الببغاء وقتله
Kucing telah menerkam kakatua dan membunuhnya
فقالوا له لهذا تبكي ‼
Merekapun bertanya dgn heran: karena inikah engkau menangis !!
إن شئت أحضرنا لك غيره وأفضل منہ ..
Kalau anda menginginkan kami bisa datangkan burung lain bahkan yg jauh lebih baik
رد الشيخ وقال لا أبكي لهذا …
Sang guru berkata: bukan karena itu aku menangis
ولكن أبكاني أنه عندما هاجم القط الببغاء
Tetapi...Yg membuat aku menangis adalah: ketika diserang kucing
أخذ يصرخ ويصرخ إلي أن مات
Burung itu hanya teriak2 saja sampai matinya
مع أنه كان يكثر من قول لا إله إلا الله
Padahal dia sering sekali mengucapkan kalimat "laa ilaaha illallah"
إلا أنه عندما هاجمه القط نسيها
Tetapi ketika diterkam kucing ia lupa kalimat itu
ولم يقم إلا بالصراخ ‼
Tidak mengucapkan apapun kecuali hanya teriakan & rintihan !!!
لأنه كان يقولها بلسانه
Karena waktu itu ia hanya mengucapkan "laa ilaaha illallah" dg lisannya saja
فقط ولم يعلمها قلبه ولم يشعر بها ‼
Sementara hatinya tidak memahami dan tidak menghayatinya
ثم قال الشيخ :
Sang guru pun berkata
أخاف أن نكون مثل هذا الببغاء
Aku khawatir kalau nanti kita seperti kakatua itu
نعيش حياتنا نردد لا إله إلا الله
Saat kita hidup mengulang-ulang kalimat "laa ilaaha illallah"
بألسنتنا وعندما يحضرنا الموت ننساها
Dg lisan kita, tapi ketika maut datang kita pun lupa
ولا نتذكرها؛ لأن قلوبنا لم تعرفها
Tidak bisa mengingatnya, karena hati kita belum menghayatinya
فأخذ الطلبة يبكون؛ خوفا من عدم الصدق في لا إله إلا اللـه
Kemudian para muridnya pun menangis, khawatir tdk jujur terhadap kalimat tauhid ini
ونحن.... هل تعلمنا لا إله إلا الله بقلوبنا !!!!
Dan kita sendiri .... apakah kita telah menanamkan kalimat "laa ilaaha illallah" ini kedalam hati sanubari kita?
ما ارتفع شيء إلى السماء أعظم من الإخلاص ،
Tidak ada sesuatupun yg naik kelangit yang lebih agung dibanding keikhlasan
و لا نزل شيء إلى الأرض أعظم من التوفيق
Dan tdk ada sesuatupun yg turun ke bumi yang lebih agung dari taufiq Allah
..و بقدرالإخلاص يكون التوفيق
Sesuai kadar keikhlasan kita, taufiq Allah kita dapatkan
من روائع ما وصلني ..
Ini termasuk hal-hal menarik yg sampai kepadaku
إهداء لمن أحبهم
Hadiah bagi org2 yg kucintai

Dari Pesan Whatsapp Retno Dwi Ningsih

Friday, June 5, 2015

Salah Sedekah

A : Jadi Bapak percaya Allah membalas sedekah Bapak?
B : Memangnya mas ga percaya??
A : ...
B : Terkadang, kita beribadah merasa tidak ikhlas ketika tidak apa yang kita minta terkabul.

Kemarin juga, anak saya juga begitu, ketika dia bantu saya dan istri saya di rumah. Di hari itu saya ga kasih uang lebih ke dia, eh dia marah. Padahal mas tau saya dan istri sedang menabung untuk membeli sepeda baru untuk anak saya. Kalau kata orang sih SURPRISE namanya. :)

Bukannya Allah ga kasih/ membalas mas, tapi Allah pengen kasih mas SURPRISE.
Tapi kan Allah ga selalu balas dengan uang juga, umur panjang, keluarga harmonis misalnya.

Kadang kita lo yang ga sadar. TETAP BERBAIK SANGKA YA MAS


Allah ga pernah ingkar janji :')

Sumber : @filmmakermuslim

Wednesday, June 3, 2015

Keluarga Surga

A : Janji ya, siapa aja yang bangun duluan, harus bangunin yang lain untuk solat juga!

B : Iya, Insya Allah.

A : Terus siapa aja yang denger adzan duluan, terus liat yang lain masih sibuk sama urusan masing- masing, diingatkan ya untuk solat segera!

B : Siap Pak Boss!!!

A : Nah gitu dong, Semuanya mau kan kita ke Surga bareng- bareng?

B : Mauuuu, mauuu banget. Aamiin ya Allah :')

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah
kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizqi kepadamu. Kami-lah yang memberi rizqi kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS 20 Thoha ayat 132)

Wednesday, May 20, 2015

Jadi nanti mau ninggalin apa?

A: kalau Syifa TA nya udah mau selesaikan?

S: iya ka, doain ya biar aku cepet lulus. Abis itu nikah deh :D

A: Waa, serius kamu abis lulus mau nikah? Aamiin aamiin aku doain.

S: Hihi, ga deng ka. Aku mau Lanjut S2 dulu di ITB, aamiin. Aku pengen banget jadi dosen. Aku juga pngn punya suami orang ITB. Hee

A: Wah subhanallah, knp kamu mau jadi dosen Syif?

S: Iya, dari pengalaman aku kuliah. Ntah kenapa aku kurang sreg sama dosen dosennya. Mereka tuh terlalu berjarak sama kita mahasiswanya. Kurang peduli gitu ka. Padahal mereka masih muda dan pintar pintar, harusnya mereka bisa lebih membaur, supaya mahasiswanya semangat nuntut ilmu kan yaa.

A: Ehm, tapi ga semuanya kan. Soalnya rata rata dosen ditempatku asik asik ko. Baik. Perhatian sama mahasiswanya.

S: Mungkin ya ka. Tapi dr situ aku jadi bertekad pengen jadi dosen yang baik, yang asik yang dekat dengan mahasiswanya. Doain ya kaa.

A: Insya Allah.

S: Terus ka, ayahku dia pengen banget  bikin sekolah/ pesantren.
Nah aku bilang aku aja nanti yang buatin sekolah buat dia, gratis ka. Untuk orang orang yang kurang mampu.

A: aihh syifa cita cita kamu mulia sekali. Aamiin ya Allah, aku pasti doain kamu.

S: iya ka. Aku pengen sebelum aku pergi (meninggal) ada hal bermanfaat untuk orang lain yang aku tinggalkan. Salah satu hal yang akan menemani kita nanti amal jariahkan ka, nah insya Allah ilmu yang sudah aku berikan ke mahasiswa nanti, anak anak yang aku didik disekolah nanti bisa jadi amal jariah ka.

A: :') Syifa, Allah pasti dengar doanya Syifa. Dan semoga Allah kabulkan. Aamiin. Semangat yaa.

Tuesday, May 19, 2015

Apapun yang terjadi, sesibuk apapun, seberat apapun, sebanyak apapun amanah yang harus dikerjakan dan harus diselesaikan. Yang pertama selesaikan dulu ‘Amanah Allah’. Hari ini hafalan qur’annya sudah bertambah? Murojaah hafalannya sudah? Ibadahnya wajib dan sunnahnya sudah dilaksanakan dengan baik? Insya Allah, ketika Allah sudah ridha dengan ikhtiar yang kita lakukan, waktu akan terasa lapang, akan banyak pintu-pintu kemudahan dan keberkahan yang akan terbuka untuk menyelesaikan semuanya dengan baik. Semakin banyak amanah, semakin meningkat kualitas ibadah.”
(Yoyoh Yusroh, 2010)

Saturday, May 16, 2015

Karena setiap ujian adalah bentuk cinta-Nya

Hijabalila:

Dear, pernahkah kamu merasakan penatnya hidup ? Ketika air mata tak sanggup lagi melukiskan bebanmu :"

Ketika saudara tak lagi mampu menjadi teman berbagi, seolah bumi tak lagi bersahabat dengan suasana hatimu :"

Saat itu Allah sedang menunjukkan cinta-Nya padamu

Cinta yang pernah Allah letakkan pada Nabi Ibrahim saat mengujinya dengan api

Cinta yang pernah Allah lukiskan di hati Nabi Ayyub dengan ujian penyakit

Cinta yang pernah Allah hujamkan pada Rasulullah dengan ujian dari kaum kafir

Meski kadarnya tak sama, tapi itu adalah bagian dari cinta Allah

Allah bebankan masalah di pundakmu, agar engkau menunduk sujud pada-Nya

Allah teteskan kepedihan di qalbumu, agar air matamu mengalir mengingat-Nya

Allah letakkan kesempitan dihatimu agar engkau mengingat-Nya, melapangkan hati

Semua karena Allah mencintai do'a, sujudmu dan memohon pada-Nya

Bukankah mereka yang beriman diuji Allah ?
Sebagai pembuktian bahwa kita orang yang beriman, beriman pada Allah saat lapang dan sempit

Bila hari ini pundakmu terlalu berat menahan masalahmu, saat itu sajadah menunggumu untuk bermunajat

Saat itu juga Allah sedang menantimu untuk memohon, memohon belas kasih dan cinta-Nya.

Karena setiap ujian adalah bentuk cinta-Nya ♡

Thursday, May 14, 2015

Ibu, calon istriku dia tidak bisa masak

Di subuh yang dingin,,, ku dapati ibu sudah sibuk memasak untuk keluarga..

"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"

"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan bapak" sahutnya..

"Alhamdulillah.. mantab pasti.. mari saya bantu.
Eh bu.. calon istriku dia tidak bisa masak loh.."

"Iya terus kenapa,,?" Sahut ibu..

"Ya tidak kenapa2 sih bu.. hanya cerita saja, hehehe"..

"Jangan di pikir memasak, mencuci, menyapu, mengurusi rumah dan lain lain itu kewajiban wanita"

"Hah.? Maksut ibu..?" Kaget..

"Itu semua adalah kewajiban lelaki"

"Tapi bukankah ibu setiap hari melakukannya?"

"Kewajiban istri adalah taat pada suami. Karena bapak itu tidak mungkin bisa mengurusi rumah maka ibu bantu mengurusi semuanya. Sebagai wujud cinta dan juga wujud istri yang mencari ridho suaminya"

Saya makin bingung bu.

"Bukankah kewajiban lelaki untuk menafkahi istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan" tanya ibu..

"Iya tentu saja bu.."

"Menurut mu pengertian nafkah itu yang seperti apa? Pakaian yang bersih adalah nafkah.
Sehingga mencuci adalah kewajiban suami.
Makanan adalah nafkah. Kalau beras. Itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan.
Sehingga memasak adalah kewajiban suami. Lalu rumah adalah kewajiban suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban suami"

"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban suami. Kenapa ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut bapak sekalipun?

"Karena ibu juga seorang istri yang mencari ridha dari suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena ibu mencintai ayahmu, mana mungkin ibu tega menyuruh ayahmu yang baru pulang bekerja untuk melakukan tugas itu semua.
Jika ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi.
Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk ibu"

Aku hanya diam..

"Pernah dengar cerita fatimah yang meminta pembantu kepada Nabi karena tangan nya lebam karena menumbuk tepung?" Tapi Nabi tidak memberinya.
Atau pernah dengar juga saat Umar di Omeli istrinya? Umar diam saja karena tahu betul.
Wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam2 yang sebenarnya itu bukanlah tugas
istri. Tapi karena patuh dan taatnya wanita semua ridha di kerjakannya.

"Iya buu..."

"Jadi laki laki selama ini salah sangka ya bu, seharusnya setiap lelaki bertrimakasih pada istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah istri."

"Eh. Terus kenapa ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban ibu?"

"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita. Atau menuntut kewajiban suami kita. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk brusaha membaikan satu sama lain.

Yang wanita sebaik mungkin membantu suaminya. Yang lelaki sebaik mungkin membantu istrinya. Toh impianya rumah tangga sampai surga"

"Subhanallah.. eeh kalo calon istriku tau hal ini dan dia malas ngapa2 in bu?"

"Wanita beragama tentu tau bahwa ia harus mencari keridhoan suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu.

Sedang lelaki beragama tentu tau bahwa istrinya telah banyak membantu.
Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya"

"Hening..."

Bersumber dari status facebook seorang teman.

Friday, May 8, 2015

Akhlak adalah mahkota

Khalid bin Nazar berkata, aku mendengar Imam Malik bin Anas berkata pada seorang pemuda Quraisy: "Wahai anak saudaraku, belajarlah adab (akhlak) sebelum kamu belajar ilmu lainnya"

Mengapa akhlak ini sangat penting? Sebab bila pencari ilmu jauh dari adab maka bukan ilmu yang didapat olehnya namun kesombongan, adapun bila mendapatkan ilmu maka ilmu itu akan jauh dari manfaat

Namun di tangan orang yang berakhlak, ilmu akan memuliakan dirinya dan memuliakan orang lain, kata-katanya akan jadi penyemangat orang meninggalkan maksiat dan pendorong dalam kebaikan

Bagi Muslimah apalagi, akhlak lebih dari hiasan dirinya, akhlak adalah mahkotanya

Dari Hijab Alila

Tuesday, May 5, 2015

Jika jodoh adalah bagian dari rizqi

Jika jodoh adalah bagian dari rizqi, boleh jadi berlaku pula kaidah yang sama. Sosok itu telah tertulis namanya. Tiada tertukar, dan tiada salah tanggal. Tetapi rasa kebersamaan, akan ditentukan oleh bagaimana adab dalam mengambilnya. Bagi mereka yang menjaga kesucian, terkaruniakanlah lapis-lapis keberkahan. Bagi mereka yang mencemarinya dengan hal-hal mendekati zina, ada kenikmatan yang kan hilang meski pintu taubat masih dibuka lapang-lapang. Sebab amat berbeda, yang dihulurkan penuh keridhaan, dibanding yang dilemparkan penuh kemurkaan.
— Salim A. Fillah

Sunday, April 26, 2015

Semua ada waktunya

udashidiq:

Apa jadinya jikalau jeruk dipetik sebelum ia matang?
Banyak cinta yang dipetik di saat yang salah, ia bahkan belum cukup matang untuk dinikmati manisnya.

Hasilnya apa….

cinta yang belum matang hanya akan dibuang, karena ia belumlah manis, belum layak untuk dinikmati

Bersabarlah

Ibnul Qayyim punya istilah yang sangat indah menjelaskan sabda Rasul bahwa mukmin itu seperti pohon kurma

Pohon kurma itu kata ibnul qayyim, paling sabar dedaunannya, tidak mudah jatuh diterpa angin kencang

Begitulah juga seorang mukmin, paling sabar saat musibah, saat menanti dan saat beramal

Tabah dalam cintanya, dalam amalnya..

#konsekuensi memilih untuk menunggu adalah bersabar. Semua ada waktunya.
#don't think too much, just do anything you can do. Let Allah take His turn then.