Wednesday, January 20, 2016
Tentang bangun untuk tahajjud
Dear my future,
buatlah waktu subuhmu saat ini sebagai waktu yang penuh kebaikan dengan mengambil hikmah. Entah dengan tilawah, dengan menelusuri sirah nabawiyah dan teladan para shahabiyah, dengan mendengar kajian, atau sekedar membaca dan menulis. Karena ada pelajaran yang harus kita sampaikan di tiap subuh nanti. Sepatah dua patah nasihat untuk diriku, dirimu, juga saat hadirnya mujahid mujahidah kecil. Bukankah cita-cita kita membangun rumah rasa surga di tengah hiruk pikuk sibuknya dunia?
©Quraners
Tuesday, January 5, 2016
PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU
Dibawah ini adalah tulisan Arief Budiman, CEO Petakumpet Advertising di Jogja, penulis buku 'Tuhan Sang Penggoda'.
Kisah penuh nasehat dengan ending yang mengejutkan, juga intropeksi.. Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal sholat kita yang juga berantakan..
Selamat membaca!
~~=========~~~
Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya.
Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam.
Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi.
Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.
Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan.
Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, "Jadual sholatmu gimana?"
"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.
"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.
" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.
"Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.
"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.
"Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.
Temen saya tersenyum dan berkata, "Pantas jadual hidupmu berantakan."
"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.
"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.
"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.
"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.
"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.
"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.
Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek.
Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget..
Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.
Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna.
Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."
Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.
Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B.
"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."
Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut, "O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"
Dari seberang sana dia menjawab, "OK Mas, nanti saya sampaikan."
Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah SMS masuk, bunyinya:
"Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup."
Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!
Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.
Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.
Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya.
Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita.
Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.
Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah.
Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.
Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.
Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.
Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya.
Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya.
Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.
Yuk Resolusi diri di tahun 2016
Perbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta agar dimudahkan segala urusan kita.. manusia cuma bs berencana, Tuhan jualah penentu segalanya.
Wednesday, November 11, 2015
Yang diyakini, yang didapatkan
Di saat kita semua berlomba untuk
mengejar impian dengan keyakinan yang amat besar bahwa impian itu baik bagi kita, ada Allah Yang Maha Mengetahui dengan ilmu-ilmuNya bahwa yang terbaik bagi kita tidak selalu sesuai dengan prasangka kita.
Lalu ada kalanya beberapa dari kita mengira bahwa dengan meyakini usaha- usaha kita, kita pasti akan sampai pada impian yang telah kita gantungkan. Lalu di saat yang sama, kita lupa bahwa Allah yang
memiliki kehendak atas takdir-takdir kita.
Bukan keyakinan dan usaha saja yang mengantarkan kita sampai pada tujuan. Tapi hanya kebaikan Allah yang membuat kita sampai pada tujuan.
Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita, bahwa ada seorang hamba yang meminta keadilan pada Allah atas amalnya di dunia agar masuk surga, tapi dia tidak mendapatkannya. Lalu dalam cerita itu terajarkan bahwa surga dan segala impian yang kita gantungkan hanya bisa dicapai dengan rahmat Allah, bukan hanya pada amal dan usaha-usaha kita.
Jika suatu saat nanti kamu berada dalam pencapaian mimpimu, maka ingatlah bahwa pencapaian itu bukan sebatas bayaran- bayaran atas usaha-usaha kamu. Tapi di balik itu, ada Allah yang telah menghendaki kamu untuk berada di sana.
Agar tidak sombong diri, seperti Qarun yang mengatakan bahwa “ini semua adalah berkat upayaku” . Agar tidak lupa diri, seperti Firaun
yang berkata “aku adalah tu(h)an kamu sekalian” .
Sesungguhnya, kita perlu bersantun santun pada Allah dalam mencapai tujuan.
Sumber:
http://bagus-adikarya.tumblr.com
Friday, July 31, 2015
(Syaikh Shalih Awadh Al Mughamisi - Imam Masjid Quba)
Friday, July 3, 2015
Wednesday, July 1, 2015
Ramadhan #11 : Ibadah yangTulus
Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui kesabarannya, diluaskan hatinya.
Ada yang dimudahkan ibadahnya melalui hal-hal yang tidak pernah kita bisa mengerti bagaimana Allah bekerja terhadap hamba-Nya.
Adalah tugas kita untuk terus berupaya
memperbaiki kualitas ibadah kita.
Mungkin kita tidak selapang orang lain hartanya, tidak sekuat orang lain hafalannya. Dan banyak hal lain yang membuat kita iri.
Ada begitu banyak pintu surga yang sering kita lupakan.
Selamat beribadah dengan tulus. Biar
singgasana-Nya bergetar, biar malaikat
menulis banyak kebaikan kita, biar malaikat.bekerja siang malam menghapus keburukan kita, biar langit mencintai kita.
Semoga Allah menolong kita dalam beribadah.
Wednesday, June 17, 2015
Friday, June 12, 2015
Pilih Mana ??
Thursday, June 11, 2015
KISAH YANG SANGAT INSPIRATIF
Wednesday, June 10, 2015
Friday, June 5, 2015
Salah Sedekah
Wednesday, June 3, 2015
Keluarga Surga
B : Iya, Insya Allah.
A : Terus siapa aja yang denger adzan duluan, terus liat yang lain masih sibuk sama urusan masing- masing, diingatkan ya untuk solat segera!
B : Siap Pak Boss!!!
A : Nah gitu dong, Semuanya mau kan kita ke Surga bareng- bareng?
B : Mauuuu, mauuu banget. Aamiin ya Allah :')
Wednesday, May 20, 2015
Jadi nanti mau ninggalin apa?
A: kalau Syifa TA nya udah mau selesaikan?
S: iya ka, doain ya biar aku cepet lulus. Abis itu nikah deh :D
A: Waa, serius kamu abis lulus mau nikah? Aamiin aamiin aku doain.
S: Hihi, ga deng ka. Aku mau Lanjut S2 dulu di ITB, aamiin. Aku pengen banget jadi dosen. Aku juga pngn punya suami orang ITB. Hee
A: Wah subhanallah, knp kamu mau jadi dosen Syif?
S: Iya, dari pengalaman aku kuliah. Ntah kenapa aku kurang sreg sama dosen dosennya. Mereka tuh terlalu berjarak sama kita mahasiswanya. Kurang peduli gitu ka. Padahal mereka masih muda dan pintar pintar, harusnya mereka bisa lebih membaur, supaya mahasiswanya semangat nuntut ilmu kan yaa.
A: Ehm, tapi ga semuanya kan. Soalnya rata rata dosen ditempatku asik asik ko. Baik. Perhatian sama mahasiswanya.
S: Mungkin ya ka. Tapi dr situ aku jadi bertekad pengen jadi dosen yang baik, yang asik yang dekat dengan mahasiswanya. Doain ya kaa.
A: Insya Allah.
S: Terus ka, ayahku dia pengen banget bikin sekolah/ pesantren.
Nah aku bilang aku aja nanti yang buatin sekolah buat dia, gratis ka. Untuk orang orang yang kurang mampu.
A: aihh syifa cita cita kamu mulia sekali. Aamiin ya Allah, aku pasti doain kamu.
S: iya ka. Aku pengen sebelum aku pergi (meninggal) ada hal bermanfaat untuk orang lain yang aku tinggalkan. Salah satu hal yang akan menemani kita nanti amal jariahkan ka, nah insya Allah ilmu yang sudah aku berikan ke mahasiswa nanti, anak anak yang aku didik disekolah nanti bisa jadi amal jariah ka.
A: :') Syifa, Allah pasti dengar doanya Syifa. Dan semoga Allah kabulkan. Aamiin. Semangat yaa.
Tuesday, May 19, 2015
Apapun yang terjadi, sesibuk apapun, seberat apapun, sebanyak apapun amanah yang harus dikerjakan dan harus diselesaikan. Yang pertama selesaikan dulu ‘Amanah Allah’. Hari ini hafalan qur’annya sudah bertambah? Murojaah hafalannya sudah? Ibadahnya wajib dan sunnahnya sudah dilaksanakan dengan baik? Insya Allah, ketika Allah sudah ridha dengan ikhtiar yang kita lakukan, waktu akan terasa lapang, akan banyak pintu-pintu kemudahan dan keberkahan yang akan terbuka untuk menyelesaikan semuanya dengan baik. Semakin banyak amanah, semakin meningkat kualitas ibadah.”
(Yoyoh Yusroh, 2010)
Saturday, May 16, 2015
Karena setiap ujian adalah bentuk cinta-Nya
Hijabalila:
Dear, pernahkah kamu merasakan penatnya hidup ? Ketika air mata tak sanggup lagi melukiskan bebanmu :"
Ketika saudara tak lagi mampu menjadi teman berbagi, seolah bumi tak lagi bersahabat dengan suasana hatimu :"
Saat itu Allah sedang menunjukkan cinta-Nya padamu
Cinta yang pernah Allah letakkan pada Nabi Ibrahim saat mengujinya dengan api
Cinta yang pernah Allah lukiskan di hati Nabi Ayyub dengan ujian penyakit
Cinta yang pernah Allah hujamkan pada Rasulullah dengan ujian dari kaum kafir
Meski kadarnya tak sama, tapi itu adalah bagian dari cinta Allah
Allah bebankan masalah di pundakmu, agar engkau menunduk sujud pada-Nya
Allah teteskan kepedihan di qalbumu, agar air matamu mengalir mengingat-Nya
Allah letakkan kesempitan dihatimu agar engkau mengingat-Nya, melapangkan hati
Semua karena Allah mencintai do'a, sujudmu dan memohon pada-Nya
Bukankah mereka yang beriman diuji Allah ?
Sebagai pembuktian bahwa kita orang yang beriman, beriman pada Allah saat lapang dan sempit
Bila hari ini pundakmu terlalu berat menahan masalahmu, saat itu sajadah menunggumu untuk bermunajat
Saat itu juga Allah sedang menantimu untuk memohon, memohon belas kasih dan cinta-Nya.
Karena setiap ujian adalah bentuk cinta-Nya ♡
Thursday, May 14, 2015
Ibu, calon istriku dia tidak bisa masak
Eh bu.. calon istriku dia tidak bisa masak loh.."
"Iya terus kenapa,,?" Sahut ibu..
"Ya tidak kenapa2 sih bu.. hanya cerita saja, hehehe"..
"Bukankah kewajiban lelaki untuk menafkahi istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan" tanya ibu..
"Iya tentu saja bu.."
Sehingga mencuci adalah kewajiban suami.
Makanan adalah nafkah. Kalau beras. Itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan.
Sehingga memasak adalah kewajiban suami. Lalu rumah adalah kewajiban suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban suami"
Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk ibu"
Aku hanya diam..
Wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam2 yang sebenarnya itu bukanlah tugas
istri. Tapi karena patuh dan taatnya wanita semua ridha di kerjakannya.
Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya"
Friday, May 8, 2015
Akhlak adalah mahkota
Khalid bin Nazar berkata, aku mendengar Imam Malik bin Anas berkata pada seorang pemuda Quraisy: "Wahai anak saudaraku, belajarlah adab (akhlak) sebelum kamu belajar ilmu lainnya"
Mengapa akhlak ini sangat penting? Sebab bila pencari ilmu jauh dari adab maka bukan ilmu yang didapat olehnya namun kesombongan, adapun bila mendapatkan ilmu maka ilmu itu akan jauh dari manfaat
Namun di tangan orang yang berakhlak, ilmu akan memuliakan dirinya dan memuliakan orang lain, kata-katanya akan jadi penyemangat orang meninggalkan maksiat dan pendorong dalam kebaikan
Bagi Muslimah apalagi, akhlak lebih dari hiasan dirinya, akhlak adalah mahkotanya
Dari Hijab Alila
Tuesday, May 5, 2015
Jika jodoh adalah bagian dari rizqi
Jika jodoh adalah bagian dari rizqi, boleh jadi berlaku pula kaidah yang sama. Sosok itu telah tertulis namanya. Tiada tertukar, dan tiada salah tanggal. Tetapi rasa kebersamaan, akan ditentukan oleh bagaimana adab dalam mengambilnya. Bagi mereka yang menjaga kesucian, terkaruniakanlah lapis-lapis keberkahan. Bagi mereka yang mencemarinya dengan hal-hal mendekati zina, ada kenikmatan yang kan hilang meski pintu taubat masih dibuka lapang-lapang. Sebab amat berbeda, yang dihulurkan penuh keridhaan, dibanding yang dilemparkan penuh kemurkaan.
— Salim A. Fillah
Sunday, April 26, 2015
Semua ada waktunya
#don't think too much, just do anything you can do. Let Allah take His turn then.

