Wednesday, January 20, 2016
Tentang bangun untuk tahajjud
Dear my future,
buatlah waktu subuhmu saat ini sebagai waktu yang penuh kebaikan dengan mengambil hikmah. Entah dengan tilawah, dengan menelusuri sirah nabawiyah dan teladan para shahabiyah, dengan mendengar kajian, atau sekedar membaca dan menulis. Karena ada pelajaran yang harus kita sampaikan di tiap subuh nanti. Sepatah dua patah nasihat untuk diriku, dirimu, juga saat hadirnya mujahid mujahidah kecil. Bukankah cita-cita kita membangun rumah rasa surga di tengah hiruk pikuk sibuknya dunia?
©Quraners
Tuesday, January 5, 2016
PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU
Dibawah ini adalah tulisan Arief Budiman, CEO Petakumpet Advertising di Jogja, penulis buku 'Tuhan Sang Penggoda'.
Kisah penuh nasehat dengan ending yang mengejutkan, juga intropeksi.. Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal sholat kita yang juga berantakan..
Selamat membaca!
~~=========~~~
Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya.
Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam.
Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi.
Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.
Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan.
Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, "Jadual sholatmu gimana?"
"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.
"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.
" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.
"Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.
"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.
"Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.
Temen saya tersenyum dan berkata, "Pantas jadual hidupmu berantakan."
"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.
"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.
"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.
"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.
"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.
"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.
Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek.
Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget..
Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.
Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna.
Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."
Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.
Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B.
"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."
Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut, "O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"
Dari seberang sana dia menjawab, "OK Mas, nanti saya sampaikan."
Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah SMS masuk, bunyinya:
"Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup."
Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!
Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.
Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.
Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya.
Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita.
Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.
Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah.
Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.
Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.
Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.
Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya.
Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya.
Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.
Yuk Resolusi diri di tahun 2016
Perbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta agar dimudahkan segala urusan kita.. manusia cuma bs berencana, Tuhan jualah penentu segalanya.
Wednesday, November 11, 2015
Yang diyakini, yang didapatkan
Di saat kita semua berlomba untuk
mengejar impian dengan keyakinan yang amat besar bahwa impian itu baik bagi kita, ada Allah Yang Maha Mengetahui dengan ilmu-ilmuNya bahwa yang terbaik bagi kita tidak selalu sesuai dengan prasangka kita.
Lalu ada kalanya beberapa dari kita mengira bahwa dengan meyakini usaha- usaha kita, kita pasti akan sampai pada impian yang telah kita gantungkan. Lalu di saat yang sama, kita lupa bahwa Allah yang
memiliki kehendak atas takdir-takdir kita.
Bukan keyakinan dan usaha saja yang mengantarkan kita sampai pada tujuan. Tapi hanya kebaikan Allah yang membuat kita sampai pada tujuan.
Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita, bahwa ada seorang hamba yang meminta keadilan pada Allah atas amalnya di dunia agar masuk surga, tapi dia tidak mendapatkannya. Lalu dalam cerita itu terajarkan bahwa surga dan segala impian yang kita gantungkan hanya bisa dicapai dengan rahmat Allah, bukan hanya pada amal dan usaha-usaha kita.
Jika suatu saat nanti kamu berada dalam pencapaian mimpimu, maka ingatlah bahwa pencapaian itu bukan sebatas bayaran- bayaran atas usaha-usaha kamu. Tapi di balik itu, ada Allah yang telah menghendaki kamu untuk berada di sana.
Agar tidak sombong diri, seperti Qarun yang mengatakan bahwa “ini semua adalah berkat upayaku” . Agar tidak lupa diri, seperti Firaun
yang berkata “aku adalah tu(h)an kamu sekalian” .
Sesungguhnya, kita perlu bersantun santun pada Allah dalam mencapai tujuan.
Sumber:
http://bagus-adikarya.tumblr.com
Tuesday, September 8, 2015
Untuk Ayah
BUNDA : Hm tabungan kamu berapa sayang?
HAURA : Dua ratus ribu, bun
BUNDA : Kamu beli jilbab yang gak transparan, beli kaoskaki dan dress terusan, Nak
HAURA : Jadi itu buat aku?
BUNDA : Iya, buat kamu pakai, Sayang
HAURA : Lah, trus buat ayah?
BUNDA : Kado ayah adalah bahwa anak perempuannya sudah menutup aurat dengan sempurna :)
#ceritaSetengahFiktif
Friday, July 3, 2015
Wednesday, June 17, 2015
Friday, June 12, 2015
Pilih Mana ??
Sunday, May 24, 2015
Mudahnya menghafal Al- Quran
indririw:
Berikut hal penting yang kira-kira
disampaikan Ustadz Deden (juara 1 tahfizh 30 juz dan tafsir internasional di Maroko) tentang mudahnya menghapal Al-qur'an di
Masjid Baitul Ihsan, 23 Mei 2015.
Satu. Niat menghapal Al-qur'an itu bukan untuk hapal. Tapi agar semakin dekat dengan Allah. Karena kalau hapal menjadi tujuan, dia akan berhenti pada suatu titik, yaitu sudah hapal.
Kedua. Menghapal Al-qur'an itu tidak juga hanya bisa dilakukan oleh anak kecil atau orang-orang muda. Ibarat mati, yang tak mengenal muda/tua. Menghapal Al-qur'an juga bisa dilakukan orang yang sudah tidak muda.
Ketiga. Saat menghapal seringkali kita keliru, membuat targetan berupa jumlah ayat dalam sehari yang dihapalkan. Padahal seharusnya, jumlah waktu dalam satu hari yang kita hapalkan sudah berapa lama.
Karena istiqamah dalam waktu menghapal, Allah sudah catat nama kita sebagai penghapal Al-qur'an.
Maka, berapapun ayat yang didapat setiap harinya namun dalam waktu yang konstan, semakin mudah untuk istiqamah.
Keempat. Bagi yang kesulitan dalam
menghapal Al-qur'an, sedikit sekali yang dihapal, namun terus ikhtiar menghapal. Lagi-lagi, Allah sudah mencatat nama kita sebagai penghapal Al-qur'an.
Semoga Allah selalu memberikan kita rahmat terbesarNya, berupa Al qur'an agar selalu dibaca, dihapalkan, ditadabburi, dan diamalkan dengan segala konsekuensinya.
Mudahkan ya Allah, mudahkan
Aamiin.
Wednesday, May 20, 2015
Jadi nanti mau ninggalin apa?
A: kalau Syifa TA nya udah mau selesaikan?
S: iya ka, doain ya biar aku cepet lulus. Abis itu nikah deh :D
A: Waa, serius kamu abis lulus mau nikah? Aamiin aamiin aku doain.
S: Hihi, ga deng ka. Aku mau Lanjut S2 dulu di ITB, aamiin. Aku pengen banget jadi dosen. Aku juga pngn punya suami orang ITB. Hee
A: Wah subhanallah, knp kamu mau jadi dosen Syif?
S: Iya, dari pengalaman aku kuliah. Ntah kenapa aku kurang sreg sama dosen dosennya. Mereka tuh terlalu berjarak sama kita mahasiswanya. Kurang peduli gitu ka. Padahal mereka masih muda dan pintar pintar, harusnya mereka bisa lebih membaur, supaya mahasiswanya semangat nuntut ilmu kan yaa.
A: Ehm, tapi ga semuanya kan. Soalnya rata rata dosen ditempatku asik asik ko. Baik. Perhatian sama mahasiswanya.
S: Mungkin ya ka. Tapi dr situ aku jadi bertekad pengen jadi dosen yang baik, yang asik yang dekat dengan mahasiswanya. Doain ya kaa.
A: Insya Allah.
S: Terus ka, ayahku dia pengen banget bikin sekolah/ pesantren.
Nah aku bilang aku aja nanti yang buatin sekolah buat dia, gratis ka. Untuk orang orang yang kurang mampu.
A: aihh syifa cita cita kamu mulia sekali. Aamiin ya Allah, aku pasti doain kamu.
S: iya ka. Aku pengen sebelum aku pergi (meninggal) ada hal bermanfaat untuk orang lain yang aku tinggalkan. Salah satu hal yang akan menemani kita nanti amal jariahkan ka, nah insya Allah ilmu yang sudah aku berikan ke mahasiswa nanti, anak anak yang aku didik disekolah nanti bisa jadi amal jariah ka.
A: :') Syifa, Allah pasti dengar doanya Syifa. Dan semoga Allah kabulkan. Aamiin. Semangat yaa.
Tuesday, May 19, 2015
Apapun yang terjadi, sesibuk apapun, seberat apapun, sebanyak apapun amanah yang harus dikerjakan dan harus diselesaikan. Yang pertama selesaikan dulu ‘Amanah Allah’. Hari ini hafalan qur’annya sudah bertambah? Murojaah hafalannya sudah? Ibadahnya wajib dan sunnahnya sudah dilaksanakan dengan baik? Insya Allah, ketika Allah sudah ridha dengan ikhtiar yang kita lakukan, waktu akan terasa lapang, akan banyak pintu-pintu kemudahan dan keberkahan yang akan terbuka untuk menyelesaikan semuanya dengan baik. Semakin banyak amanah, semakin meningkat kualitas ibadah.”
(Yoyoh Yusroh, 2010)
Saturday, May 9, 2015
Kecewa
S: ka, aku lagi kecewa ni?
A: kecewa sama siapa?
S: sama sahabat aku ka, kita tuh udah bner bner deket, tapi kali ini dia buat aku kecewa.
Gimana caranya ya ka biar kecewa aku ini ilang?
A: kecewa itu rasanya memang ga enak, apalagi dengan seseorang yang sudah dekat sekali dengan kita. Karna ga ada yang sempurnakan. Dan wajar kalau kamu marah atau sedih. Tapii, kalau kamu ingat ingat terus hal yang buat kamu kecewa, yaa rasanya akan kecewa terus.
Coba deh kamu banyak banyakin ingat kebaikkan kebaikkan yang pernah dia buat untuk kamu, kebersamaan kalian yang menyenangkan. Semoga rasa kecewa mu cepat terobati.
S: gitu ya ka
A: *ngangguk ngangguk
Friday, May 8, 2015
Akhlak adalah mahkota
Khalid bin Nazar berkata, aku mendengar Imam Malik bin Anas berkata pada seorang pemuda Quraisy: "Wahai anak saudaraku, belajarlah adab (akhlak) sebelum kamu belajar ilmu lainnya"
Mengapa akhlak ini sangat penting? Sebab bila pencari ilmu jauh dari adab maka bukan ilmu yang didapat olehnya namun kesombongan, adapun bila mendapatkan ilmu maka ilmu itu akan jauh dari manfaat
Namun di tangan orang yang berakhlak, ilmu akan memuliakan dirinya dan memuliakan orang lain, kata-katanya akan jadi penyemangat orang meninggalkan maksiat dan pendorong dalam kebaikan
Bagi Muslimah apalagi, akhlak lebih dari hiasan dirinya, akhlak adalah mahkotanya
Dari Hijab Alila
Thursday, April 16, 2015
Apakah kita di cintai Allah?
AA Gym
Wednesday, April 15, 2015
Bersemangatlah, Kawan…
“Alangkah beratnya… Alangkah banyak rintangan… Alangkah berbilang sandungan… Alangkah rumitnya.”
“Apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”
Aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya,
Lalu bertanya, “Andai Muhammad -shalallaahu ‘alaihi wa sallam- berfikir sebagaimana engkau menalar, kan adakah Islam di muka bumi?”
Thursday, April 9, 2015
Percakapan Allah dan seorang hamba
Allah : “ Hambaku, bangunlah! Lakukan shalat malam 11rakaat .. ”
Hamba : “Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.”
Allah : “ Hambaku, lakukan 2 rakaat syafa’ dan 1 rakaat witir saja .. ”
Hamba : “Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku untuk bangun di tengah malam.”
Allah : “ Hambaku shalat witir saja ..”
Hamba : “Illahi, hari ini capek sekali, apa tidak ada cara lain?”
Allah : “ Hambaku, wudhulah sebelum tidur lalu menatap ke langit katakan YA ALLAH…”
Hamba : “ Illahi, aku sudah ngantuk kalau aku bangun nanti ngantuknya hilang. ”
Allah : “ Hambaku, tayammum saja di tempat tidur mu dan katakan YA ALLAH..”
Hamba : “Illahi, udara terasa dingin sekali, aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut.”
Allah : “ Hambaku, kalau begitu sebut saja dalam hati YA ALLAH, dan akan kami hitung itu sebagai shalat malam. ”
Sampai disini si hamba sudah tidak peduli karena tertidur pulas ..
Allah : “Lihatlah wahai malaikatku, bagaimana telah aku mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dariku dan tidur tanpa meninggalkan apapun.. Bila datang waktu subuh bangunkan dia agar dia bermunajat padaku, Karena aku merindukan suaranya ..”
Malaikat : “Ya Illahi, telah kami bangunkan dia tapi dia kembali tidur.”
Allah : “ Bisikkan di telinganya bahwa aku menantinya.”
Malaikat : “Illahi, dia tetap tidur.”
Allah : “ Katakan, sudah azan sebentar lagi matahari terbit. Bangunlah sebelum habis waktu subuh.”
Malaikat : “Illahi, apa Engkau tidak ingin marah padanya?”
Allah : “Hambaku tidak memiliki siapapun selain Aku, semoga suatu saat dia bertobat. Hambaku, ketika engkau shalat aku menyimak dan memandangmu, seakan aku tidak memiliki hamba selainmu… Namun engkau lalai seakan kau memiliki ratusan Tuhan..
Betapa Maha Penyayangnya Engkau, ya Rabb ..
Betapa Maha Pengampunnya Engkau, ya Allah ..
Betapa Maha Agungnya Engkau, ya Illahi …
Ampuni kami hambaMu yang lemah ini…
Aamiin allahumma aamiin :’)
Sumber: Retno DN (blog.retno.net)
KEBERKAHAN WAKTU⌚
Kasus 1
A : Minggu depan nonton yuk..
B : Ayook….
A : Emmm tapi bukannya udah mau ujian ya
B : Kan nonton sekali-sekali, belajarnya masih bisa di waktu lain kok
—
A : Eh Minggu depan ngaji yuk…
B : Waduh maaf nih ujian semester udah deket
A : Ngajinya sebentar kok
B : Emmm… tapi masih banyak banget materi ujian yang belum paham
Kasus 2
A : (via phone) Sob maaf gerimis nih, maen futsalnya minggu depan aja ya
B : Yaelah cuma gerimis kecil, entar kujemput pake mantel
—
A : (Via phone) jadi ikut ngaji hari ni?
B : Aduh kayaknya cuaca ga dukung nih, udah mulai gerimis
A : kujemput pake mantel ya..?
B : Emmm… ga usah, lagian ga nyaman nanti ngajinya kalo bajunya agak basah-basah gitu
Kasus 3
A : Pokoknya aku harus bisa wisata keliling nusantara, korea, dan jepang
B : jauh amat wisatanya?
A : Iya dong, kalo mau liat tempat indah memang harus jauh melangkah
—
B : Besok ikut pengajian yuk
A : Dimana?
B : Itu, di masiid samping kampus kita
A : Wah jauh amat…
Kasus 4
A : hari minggu shoping yuk
B : Ayuk pas banget nih
A : eh tapi hari minggu kan jadwalnya dirimu beres-beres rumah
B : Tenang aja, hari lain juga bisa koq
B : Minggu ngaji yuk
A : Kalo minggu jadwal aku beres-beres rumah
B : Beres-beresnya hari lain aja, entar aku bantuin
A : Hari lain aku sibuk
Lihat pintarnya setan meniupkan alasan ketika kita hendak dekat pada ilmu Allah, dan ketika untuk urusan dunia alasan itu entah hilang kemana.
APAKAH KITA ORANG SIBUK ???
Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama
Selang beberapa lama, saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain gurunya berpesan :
“Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an, Semakin banyak baca Al Qur’an urusanmu semakin mudah”
Dan muridnya pun melakukan. Dia
membaca Al Qur’an 3 juz per hari.
Dia menambahkan hingga 10 juz per hari.
Dan urusannya semakin mudah.
Allah yang mengurus semua urusannya.
Waktu pun semakin berkah.
Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu?
Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit. Itulah berkah Al Qur’an .
Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu.
Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah
Padahal teorinya orang yang membaca AlQur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah.
Hingga menjadi begitu efektif.
Hidup pun efektif.
Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an .
Salah satu berkahnya adalah membuka pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shalih berikutnya.
Dan Salah satu balasan bagi amal shalih yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu
Dan sebaliknya waktu yg selalu sibuk shg hanya habis untuk urusan dunia yg terserak, bisa jadi itu adalah tandanya ada yg salah dlm hidup kita,
Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.
[Hadits Riwayat Muslim]
Note :
“Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit”
#NoteToMySelf
Semakin banyak kerjaan, semakin sering baca al quran. Allah yg akan bantu bereskan kerjaan kita
Sumber: Ustadzah Nel
Sunday, April 5, 2015
HIDUP SAYA MEMBOSANKAN, USTADZ
T : "Ustadz, kenapa kok saya ngerasa bosen ya dengan hidup saya yang gini-giniiii terus...
Ga ada variasinya Tadz, ga ada nikmatnya.
Hidupku hambar pak Ustadz. Apalagi masalah saya itu ituuuu aja... Bosen saya Ustadz... Pengen bahagia tapi ko sulit ya Tadz?"
J : "Ooow.... itu tho...
Mungkin saat ini Alloh juga lagi bosen sama ibu."
T : "Alloh bosen sama saya Ust? Gimana maksudnya tuh ust?"
J : "Mungkin Alloh "capek" nyari ibu tapi ga pernah ketemu.
- Dicari diantara ahli dhuha, ibu ga ada.
- Diantara ahli tahajud juga ga ada.
- Diantara ahli puasa sunnah, ibu juga ga ada.
- Diantara ahli sedekah, ibu juga ga keliatan.
- Diantara ahli Quran, ibu juga ga ada di sana.
- Diantara ahli haji, tabungan pun ibu blm punya, rekening pun ibu blm buka...
- Diantara ahli thalabul 'ilmi, ibu jg gak ada..
- Diantara orang-orang khusyuk sholatnya, ibu juga ga ada.
- Bahkan ibu dicariin diantara mereka yg ahli menutup aurat, tetep juga ga ketemu. Ibu masih minimalis cari yg praktis, tipis, junkis biar isis.
Trus Alloh mesti mau nyari ibu kemana lagi Buuu...?"
T : "????₩¥£€_%%"
Ya Allah...
Berikan kpd kami kemudahan utk taat dan cinta ketaatan padaMu.. Aamiin...
Saturday, April 4, 2015
Kitakah ...?
Pada suatu ketika, Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat, “Siapakah yang paling luar biasa imannya?”
Para sahabat menjawab, “Malaikat, ya Rasulallah.”
Balas Rasulullah, “Sudah tentulah malaikat luar biasa imannya, karena mereka senantiasa di sisi Allah.”
Seketika terdiam para sahabat, dan menjawab lagi, “Para nabi, ya Rasulallah.”
Rasulullah saw berkata, “Para nabi sudah tentu hebat imannya, karena mereka menerima wahyu dari Allah.”
Para sahabat mencoba lagi, “Kalau begitu, kamilah yang paling beriman.”
Jawab Rasulullah, “Aku berada di tengah-tengah kalian, sudah tentulah kalian orang yang paling beriman.”
Lalu, salah seorang dari sahabat berkata, “Kalau begitu, Allah dan Rasul-Nya sajalah yang mengetahui.”
Maka dengan perlahan, Rasulullah berkata, “Mereka adalah umat yang hidup sesudahku Mereka membaca al-Quran dan beriman dengan isinya. Orang yang beriman denganku dan pernah bertemu denganku, adalah orang yang bahagia. Namun orang yang tujuh kali lebih bahagia adalah mereka yang tidak pernah bertemu aku tetapi beriman denganku.”
Rasulullah diam seketika. Kemudian, beliau menyambung dengan suara yang lirih, “Sesungguhnya, aku rindukan mereka….”
Kitakah... yg pantas dirindui Rasulullah??.. tp akhlaq kita sdh spt yg diinginkan Rasulullah ???.. sdhkn kita istiqomah jalankan sunah-sunahnya... ???
Jawabnya ada di hati kita....
