Thursday, April 21, 2016
[Surat Untuk Nona] Tak Sendirian
Selamat malam, Nona, bagaimana kabarmu? Semoga senantiasa dibahagiakan yak.
Kudengar kau tengah merasa sendirian? Benarkah? Meski aku percaya kau tak lupa bahwa Tuhan tak pernah meninggalkan, tapi memang akan ada saat dimana kita merasa berjuang seorang diri. Lalu apanya yang salah, bukankah kita memang tengah menuju impian kita masing-masing?
Tentu saja kita tak pernah bisa memaksa setiap yang dekat dengan kita untuk punya impian serupa, bahkan walau hanya untuk sekadar memahami impian kita. Impian kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Jika memang merasa sendiri dan ingin ada temannya, kita yang harus aktif mencari–mencari teman yang sepemikiran misalnya.
Setiap kita punya proses pembelajarannya masing-masing. Titik merasa sendiri itu tak bisa dihindari, hanya bagaimana cara kita menanggapi.
Hei, kau lupa? Kau tak berjalan sendiri, ada aku yang tengah berjalan pula pada tujuan yang sama. Kita tengah sama-sama belajar menujunya dengan cara yang benar sesuai anjuran-Nya, kan? Ah, jangan bercanda, jangan bilang kau lupa itu.
Tak perlu khawatir tentang bagaimana pertemuan kita, di mana pertemuan kita, dan kapan waktunya, tapi khawatirlah tentang apa yang sudah kita persiapakan untuk menujunya. Percayalah, bertemu saat kita masih sama-sama banyak kurangnya; kurang pemahamannya, kurang imannya, kurang ilmunya, seringkali kita hanya akan dihantui begitu banyak keraguan.
Mari sama-sama perbaiki lagi niatnya. Jika benar ingin dilakukan untuk-Nya, mari sama-sama terus berupaya senantiasa menuju itu sesuai jalan yang benar dianjurkan-Nya.
Ada keromantisan yang tak perlu khalayak banyak tahu, cukup kau, aku dan doa-doa dalam diam kita yang kita dekap kuat-kuat. Bukan untuk membuat sesiap kagum, hanya untuk berupaya selalu membuat-Nya tersenyum.
Lagi pula apalah arti bahagia kita, ketika tanpa kita tahu murka-Nya tengah menunggu-nunggu.
Jangan takut sendirian, ada Tuhan, aku, dan doa-doa dalam diam yang sebenarnya telah menyelamatkan. Tuhan menjaga kesendirianmu untuk aku, Tuhan menjaga kesendirianku untuk kamu. Kita tengah sama-sama saling menjaga. Kuharap kau pun percaya demikian. :)
Karena sudah larut, aku akhiri dulu ya, kita sambung lain waktu. Jangan lupa berbahagia yak. Janji!
Selamat malam, Nona. Selamat rehat. Semoga mimpimu aku. Ehem … aku nanana padamu, selalu. ^_^
NB : This letter seems indeed meant to me ^_^
Wednesday, November 11, 2015
Yang diyakini, yang didapatkan
Di saat kita semua berlomba untuk
mengejar impian dengan keyakinan yang amat besar bahwa impian itu baik bagi kita, ada Allah Yang Maha Mengetahui dengan ilmu-ilmuNya bahwa yang terbaik bagi kita tidak selalu sesuai dengan prasangka kita.
Lalu ada kalanya beberapa dari kita mengira bahwa dengan meyakini usaha- usaha kita, kita pasti akan sampai pada impian yang telah kita gantungkan. Lalu di saat yang sama, kita lupa bahwa Allah yang
memiliki kehendak atas takdir-takdir kita.
Bukan keyakinan dan usaha saja yang mengantarkan kita sampai pada tujuan. Tapi hanya kebaikan Allah yang membuat kita sampai pada tujuan.
Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita, bahwa ada seorang hamba yang meminta keadilan pada Allah atas amalnya di dunia agar masuk surga, tapi dia tidak mendapatkannya. Lalu dalam cerita itu terajarkan bahwa surga dan segala impian yang kita gantungkan hanya bisa dicapai dengan rahmat Allah, bukan hanya pada amal dan usaha-usaha kita.
Jika suatu saat nanti kamu berada dalam pencapaian mimpimu, maka ingatlah bahwa pencapaian itu bukan sebatas bayaran- bayaran atas usaha-usaha kamu. Tapi di balik itu, ada Allah yang telah menghendaki kamu untuk berada di sana.
Agar tidak sombong diri, seperti Qarun yang mengatakan bahwa “ini semua adalah berkat upayaku” . Agar tidak lupa diri, seperti Firaun
yang berkata “aku adalah tu(h)an kamu sekalian” .
Sesungguhnya, kita perlu bersantun santun pada Allah dalam mencapai tujuan.
Sumber:
http://bagus-adikarya.tumblr.com
Tuesday, September 8, 2015
Untuk Ayah
BUNDA : Hm tabungan kamu berapa sayang?
HAURA : Dua ratus ribu, bun
BUNDA : Kamu beli jilbab yang gak transparan, beli kaoskaki dan dress terusan, Nak
HAURA : Jadi itu buat aku?
BUNDA : Iya, buat kamu pakai, Sayang
HAURA : Lah, trus buat ayah?
BUNDA : Kado ayah adalah bahwa anak perempuannya sudah menutup aurat dengan sempurna :)
#ceritaSetengahFiktif
Monday, June 8, 2015
Menunggu itu memang bukan pekerjaan mudah, benar kata bang Tere Liye.Butuh keyakinan yang besar.Butuh kreatifitas, agar waktu menunggu tak sia- sia.Butuh hati yang lapang untuk menerima apapun hasil dari penantian.Laa haula wa laa quwwata illaa billaah
Wednesday, June 3, 2015
Keluarga Surga
B : Iya, Insya Allah.
A : Terus siapa aja yang denger adzan duluan, terus liat yang lain masih sibuk sama urusan masing- masing, diingatkan ya untuk solat segera!
B : Siap Pak Boss!!!
A : Nah gitu dong, Semuanya mau kan kita ke Surga bareng- bareng?
B : Mauuuu, mauuu banget. Aamiin ya Allah :')
Thursday, May 21, 2015
Kamu adalah apa yang kamu tulis
Kamu adalah apa yang kamu tulis, yang kamu tulis bisa jadi
apa yang sedang kamu rasakan,apa yang sedang kamu pikirkan,apa yang sedang kamu alami,apa yang sedang kamu sukai,apa yang sedang kamu baca,apa yang sedang kamu harapkan,atau apa yang sedang ingin kamu bagi.
Aku suka baca beberapa blogger/ tumblr.
Thursday, May 14, 2015
Ibu, calon istriku dia tidak bisa masak
Eh bu.. calon istriku dia tidak bisa masak loh.."
"Iya terus kenapa,,?" Sahut ibu..
"Ya tidak kenapa2 sih bu.. hanya cerita saja, hehehe"..
"Bukankah kewajiban lelaki untuk menafkahi istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan" tanya ibu..
"Iya tentu saja bu.."
Sehingga mencuci adalah kewajiban suami.
Makanan adalah nafkah. Kalau beras. Itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan.
Sehingga memasak adalah kewajiban suami. Lalu rumah adalah kewajiban suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban suami"
Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk ibu"
Aku hanya diam..
Wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam2 yang sebenarnya itu bukanlah tugas
istri. Tapi karena patuh dan taatnya wanita semua ridha di kerjakannya.
Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya"
Saturday, May 9, 2015
Tuesday, May 5, 2015
Jika jodoh adalah bagian dari rizqi
Jika jodoh adalah bagian dari rizqi, boleh jadi berlaku pula kaidah yang sama. Sosok itu telah tertulis namanya. Tiada tertukar, dan tiada salah tanggal. Tetapi rasa kebersamaan, akan ditentukan oleh bagaimana adab dalam mengambilnya. Bagi mereka yang menjaga kesucian, terkaruniakanlah lapis-lapis keberkahan. Bagi mereka yang mencemarinya dengan hal-hal mendekati zina, ada kenikmatan yang kan hilang meski pintu taubat masih dibuka lapang-lapang. Sebab amat berbeda, yang dihulurkan penuh keridhaan, dibanding yang dilemparkan penuh kemurkaan.
— Salim A. Fillah
Thursday, April 16, 2015
Wednesday, April 15, 2015
Bersemangatlah, Kawan…
“Alangkah beratnya… Alangkah banyak rintangan… Alangkah berbilang sandungan… Alangkah rumitnya.”
“Apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”
Aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya,
Lalu bertanya, “Andai Muhammad -shalallaahu ‘alaihi wa sallam- berfikir sebagaimana engkau menalar, kan adakah Islam di muka bumi?”
Saturday, April 11, 2015
Inilah Caraku
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu mungkin ini tak biasa.
Inilah cara terbaik
Dalam diamku...
Dalam cara tak biasaku...
Meski berat...
Agar bersamamulah segala keindahan kelak jika telah tiba waktunya, kan kita arungi hidup ini bersama hingga menuju Surga-Nya...
Thursday, April 9, 2015
Percakapan Allah dan seorang hamba
Allah : “ Hambaku, bangunlah! Lakukan shalat malam 11rakaat .. ”
Hamba : “Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.”
Allah : “ Hambaku, lakukan 2 rakaat syafa’ dan 1 rakaat witir saja .. ”
Hamba : “Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku untuk bangun di tengah malam.”
Allah : “ Hambaku shalat witir saja ..”
Hamba : “Illahi, hari ini capek sekali, apa tidak ada cara lain?”
Allah : “ Hambaku, wudhulah sebelum tidur lalu menatap ke langit katakan YA ALLAH…”
Hamba : “ Illahi, aku sudah ngantuk kalau aku bangun nanti ngantuknya hilang. ”
Allah : “ Hambaku, tayammum saja di tempat tidur mu dan katakan YA ALLAH..”
Hamba : “Illahi, udara terasa dingin sekali, aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut.”
Allah : “ Hambaku, kalau begitu sebut saja dalam hati YA ALLAH, dan akan kami hitung itu sebagai shalat malam. ”
Sampai disini si hamba sudah tidak peduli karena tertidur pulas ..
Allah : “Lihatlah wahai malaikatku, bagaimana telah aku mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dariku dan tidur tanpa meninggalkan apapun.. Bila datang waktu subuh bangunkan dia agar dia bermunajat padaku, Karena aku merindukan suaranya ..”
Malaikat : “Ya Illahi, telah kami bangunkan dia tapi dia kembali tidur.”
Allah : “ Bisikkan di telinganya bahwa aku menantinya.”
Malaikat : “Illahi, dia tetap tidur.”
Allah : “ Katakan, sudah azan sebentar lagi matahari terbit. Bangunlah sebelum habis waktu subuh.”
Malaikat : “Illahi, apa Engkau tidak ingin marah padanya?”
Allah : “Hambaku tidak memiliki siapapun selain Aku, semoga suatu saat dia bertobat. Hambaku, ketika engkau shalat aku menyimak dan memandangmu, seakan aku tidak memiliki hamba selainmu… Namun engkau lalai seakan kau memiliki ratusan Tuhan..
Betapa Maha Penyayangnya Engkau, ya Rabb ..
Betapa Maha Pengampunnya Engkau, ya Allah ..
Betapa Maha Agungnya Engkau, ya Illahi …
Ampuni kami hambaMu yang lemah ini…
Aamiin allahumma aamiin :’)
Sumber: Retno DN (blog.retno.net)
Friday, April 3, 2015
Menghargai Usaha Si Kecil
Assalamu'alaikum...
Ada kisah bagus ni, dari komunitas preschool online di facebook. Untuk kita kita para calon ibu, calon ayah, juga untuk yang sudah jadi orangtua.
Semoga bermanfaat :)
Sederhana, tapi mudah2an bisa sedikit membangkitkan semangat ayah bunda dalam membangun interaksi yang positif dengan anak.
Pagi ini seperti biasa saya bersiap-siap mengantar Anak saya Jamie (3 tahun) ke sekolah. Alhamdulillah Jamie sudah bisa pakai baju sendiri, tapi kali ini, bajunya dipakai terbalik
(gambarnya Mickey memeluk dari belakang, dia pikir, Mickeynya harus di depan, jadilah dipakai terbalik) Saya bilang, "Jamie, bajunya terbalik, Nak. Mickeynya harusnya di belakang, yuk mama bantu benerin" padahal menurut saya kata-kata saya sudah halus, tapi Jamie tetap bersikeras bahwa dia benar pakai bajunya dan tidak mau
dibetulkan. Berkali-kali membujuk tapi tetap tidak berhasil. Ya sudah, saya pikir, daripada dia marah, saya ngalah.
Sampai di sekolah, kami disambut gurunya Jamie dengan riang, "waaahhh subhanallaah...cantiknya
Jamie...sepertinya hari ini ada yang pakai baju sendiri, ya???" Jamie senyum lebar. "Itu tanda-tanda anak mandiri, Alhamdulillah..."
Senyumnya tambah lebar.
"Gambar apa itu, Jem?"
"Mickey, bu"
"Cantik, ya? Warnanya pink. Tapi sepertinya akan lebih cantik jika Mickeynya dibelakang, jadi seperti memeluk Jamie. Boleh kita putar?"
"Boleh"
Jawab Jamie langsung, pakai senyum!!!
Rahang saya langsung jatuh saking
herannya...tadi saya sampai berkeringat membujuk+menahan sabar...dimana salah saya sampai Jamie tidak mau menuruti saya?
Karena penasaran, saya cerita ke gurunya Jamie kejadian sebelumnya, dan saya tanya, salah saya dimana??
Begini kata gurunya...
"Ibu tidak salah. Hanya saja, anak akan jadi lebih positif jika kita fokus pada keberhasilannya dulu, baru kita membenarkan kesalahannya" Stlh bicara panjang lebar, sampailah pengertian itu pada saya.
Bahwa kesalahan yang sering terjadi adalah kita terlalu fokus pada kesalahan anak, sehingga kalimat pertama yang keluar dari kita negatif.
Saat itulah anak langsung membentuk benteng pertahanan sehingga kita Sulit untuk memberi
masukan yang positif. Di samping itu, hal ini bisa fatal akibatnya karena bisa meruntuhkan kepercayaan diri sang anak.
Karena menurut dia, memakai baju sendiri adalah sebuah keberhasilan. Hidup mereka memang baru segitu, beda halnya dengan orang dewasa
yang dianggap berhasil jika sukses dalam karier, misalnya.
Anak-anak tidak. Bagi mereka, bisa memakai baju sndri = keberhasilan. Bisa menuang air ke gelas sendiri = keberhasilan. Bisa makan sendiri
= keberhasilan besar!!!
Jadi, Cobalah u/memandang keberhasilan dari level mereka. Jgn lupa, baru berapa tahun mereka hidup di dunia ini???
Jika kita terus fokus pada hal yang negatif (kesalahan anak, seperti baju terbalik, air yang tumpah saat dia tuang, makan yang berantakan,
dll) apa menurut ayah bunda, anak kita tidak sedih jika usahanya tidak dihargai?
U/mengkoreksi anak, juga sangat fatal akibatnya jika kita langsung serobot membetulkan, seperti
misalnya, "Nak itu belum bersih, sini mama bersihin"
Bedakan dengan : "Wah...anak mama bisa membersihkan sendiri...pintarnya...eh kayaknya masih ada sisa kotoran, mau bersihkan sendiri lagi/perlu bantuan mama?" (tawarkan, jangan langgar privasinya) butuh sedikit ekstra waktu, ekstra sabar, tapi insyaAllah efeknya luar biasa positif jika selalu dilakukan. Inilah investasi sebenarnya.
Fokus pada pencapaiannya dulu, baru benarkan kesalahannya dan tawarkan u/membantu, anak akan lbh senang+lebih cepat mandiri ketimbang kita selalu mengerjakan apa yg sebenarnya bisa mereka kerjakan sendiri, asalkan tidak berbahaya.
Pujilah dengan setulus mungkin, ekspresi yang penuh dan semangat, karena semangat itu menular, dan anak2 paling pintar membaca hati org lain. Mereka tau mana yg tulus dan tidak, Maka matapun harus bicara. Pujian dengan ekspresi seperti terkejut campur senang, akan mengukir senyum lebar dan kepercayaan diri anak akan meningkat.
-ega, a proud full time mother of 2 amazing children-
Sumber : pengalaman bunda Ega yang di share
langsung oleh beliau di group WA jabar_1 HEbPA
Thursday, April 2, 2015
Pilih aku, atau Ibumu
sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah pasti habis bertengkar lagi dengan Rafi suaminya.
keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya. Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya
dengan Rafi tadi malam.
Sarah menemukan buku rekening Rafi terjatuh di dalam mobil. Sarah baru tahu, kalau Rafi selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama. Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, Rafi membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??
Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.
"Sarah..., yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para malaikat karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu" kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.
"Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya. Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu. Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga. Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh". Lanjut
ayahnya.
memilikinya".
watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
Allahpun Ridho. Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya. Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya. Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana. Anak-anakmu pun tidak akan betah disana. Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".
biarkan saja untuk tinggal disana?"
"Uang itu diberikan untuk ibunya. Rafi ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan. Dari uang itu ibunda Rafi hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.
Sarah membatin dalam hatinya, uang yang di berikan Rafi sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah. Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa. Berjalan-jalan setiap minggu.
Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.
Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan. Tukang gorengan yang berhasil menjadikan Rafi seorang sarjana, mendapatkan pekerjaan yang diidamkan banyak orang. Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.
Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya. Batinnya sakit, menyesali sikapnya.
Namun Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya...
Subhanallah....
Wednesday, March 11, 2015
Memahami hujan
Kamu boleh jatuh dimana saja.
Kapan saja. Itu adalah hakmu. Dengan rintikmu atau dengan derasnya.
Aku berusaha mengenalimu dari pertandamu.
Berusaha merasakan kehadiranmu yang tak pernah aku tahu.
Dari sekian banyak hujan yang jatuh di bumi. Dimana kamu diantara
mereka.
Hujan yang ditunggu. Karena aku tahu hujan pun sebenarnya menunggu.
Sama sama tidak tahu kapan akan jatuh dan dimana dijatuhkan.
Karena semua itu telah dipilihkan. Hujan yang nanti jatuh mungkin airnya masih di lautan.
Masih menunggu naik ke permukaan awan.
Menunggu ditiupkan angin.
Aku berusaha mengerti, bahwa ada hal yang harus dilalui oleh hujan sebelum ia jatuh ke bumi.
(c)kurniawangunadi
Tuesday, March 10, 2015
Menilai dan Mengenal
Dia hanya tak ingin membuatmu juga ikut bersedih.
Orang yang tidak terlihat senang, bisa jadi dia yang paling senang,
Dia hanya tak pandai mengekspresikannya.
Orang yang tidak terlihat lelah, bisa jadi dia yang paling lelah,
Dia hanya tak ingin membuatmu khawatir.
Orang yang terlihat berani, bisa jadi dia yang paling penakut,
Dia hanya berusaha melindungimu.
Orang yang terlihat cuek, bisa jadi dia yang paling memperhatikan, yang paling banyak mendoakan, yang paling menyayangi.
Dia ingin, hanya dia dan Tuhan yang tau.
Yang dilihat di luar belum tentu yang dimaksud di dalam.
Jika kau hanya menilai dari yang terlihat, tentu itu tak cukup.
Kau harus mengenalnya, sehingga kau akan tau dan paham bahkan jika sesuatu itu tak terlihat.
Friday, December 26, 2014
Menyesal
"Ini salahku, seandainya aku tak melakukannya dulu. ahhh"
Stop, menyesal boleh, tanda bahwa kita tau kalau kita salah.
tapi jangan pernah sekali- kali kita berandai- andai.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Alloh dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi katakanlah, ‘QaddarAllohu wa maa syaa’a fa’ala, Alloh telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya’. Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim)Ingatlah segala sesuatu terjadi dengan takdir, bisa jadi apa yg terjadi dulu memang cara Allah untuk membuat kita lebih baik dimasa sekarang, untuk menjadikan kita manusia yang lebih berhati- hati dalam bertindak, berfikir tentang dampak baik buruknya, juga tak lupa melibatkanNya.
Tuesday, October 14, 2014
Being a Child .. Being a Parent
I hope my dream will come true someday.
This dream make me think about being a parent and being a child ,,,
Being a parent is my dream actually. hihihi.
I know being a parent is not easy, have a child, or children, take care of them, teach them everything , love them, play with them, and you know, they future, they behaviour, they faith is in our hand, we can make them to be a good person if we teach a good think and vice versa.
They like an empty paper which still clean, we can write everything , we can shape it to be everything that we want. that is our privilege
Once again. It's not easy but we can do our best.
Being child, I have the best parent. I learn alot from them how to be a good parent. They rare show their difficulty. They always give their best affort for us(their children). They never ask for when will you pay for all the thing that they have done, take care of you when you sick, feed you, teach you, loving you, send you to school, always thinking about you, worry to you if you have not gone home, remind you to eat. And so many thing that they do maybe we are not realize.
They never ask us to pay for it right? Even if we ask them ? They only say just be a good child, it is better than anything in this whole world.
Thank you Mama, thank you Bapa, everything I have now, everything I have got, everything that I have reach and really ME now is because of your LOVE and His LOVE.
I hope ME as your child could be the cause Allah to LOVE YOU, HONOUR YOU, BLESS YOU NOW until HEREAFTER. AAMIIN
"Be a child that you want your child to be ..
Be a parent that you want your parent to be .."