Alhamdulillah, bersyukur sekali di kantor dpet tempat duduk yang strategis .. ngadep jendela plus dekat masjid jadi selalu terdengar adzan ketika waktunya. subhanallah. Walaupun ga tinggi2 bgt hanya di lantai 3 tp rasanya senang dan damai bisa liat langit ... baru nyampe kantor liat langit, lg bete liat langit , lg pusing liat langit juga .. disanaa di langit ada Allah :) .. Allah selalu mengawasi apa aja yang aku kerjain dikantor :) selalu ada dalam keadaan apapun. Selalu membuat ku merasa tenangg ketika mengingatNya ...
Monday, December 23, 2013
Langit ingatkan ku padaNya
WAITING FOR THE CALL
By IRFAN MAKKI
Miles away, oceans apartNever in my sight, but always in my heart
The love is always there, it will never die
Only growing stronger, a tear rolls down my eye
I'm thinking all the time
When the day will come
Standing there before you
Accept this Hajj of mine
Standing in ihram, making my tawaf
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
I feel alive and I feel strong
I can feel Islam running through my veins
To see my Muslim brothers, their purpose all the same
Greeting one another, exalting one True Name
I truly hope one day, everyone will get the chance
To be blessed with the greatest honour
Of being called to Your Noble House
Standing in ihram making my tawaf,
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)
Cinta Itu ... ?
cinta itu mengorbankan kenikmatan sesaat demi bahagia menjelang | berani menyimpan rasa karena ketaatan demi karunia tak berbilang
cinta itu menahan pandangan karena ingin memuliakan | menahan gejolak lisan karena menjaga kehormatan
rasa yang ada di hatimu | biar hanya Allah yang tahu
cinta itu menahan pandangan karena ingin memuliakan | menahan gejolak lisan karena menjaga kehormatan
rasa yang ada di hatimu | biar hanya Allah yang tahu
@felixsiauw
Wednesday, April 18, 2012
Makna Sebuah Titipan
Karya : W.S. Rendra
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.
Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
“aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
Suatu saat Umar bin Khaththab pernah mendengar seseorang berdo’a, “Ya
Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit”. Mendengar itu,
Umar terkejut dan bertanya, “Kenapa engkau berdoa demikian?” Sahabat
itu menjawab, “Karena saya mendengar Allah berfirman, “Dan sedikit
sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”, makanya aku memohon agar aku
termasuk yang sedikit tersebut.”
Sunday, April 15, 2012
Belajar dari Syaikh 'Abdul Qadir Al- Jaelani
Syaikh 'Abdul Qadir Al- Jaelani mengajarkan, "Jika di hatimu ada perasaan benci atau sayang kepada seseorang, telitilah apakah semuanya berdasarkan Al- Quran dan hadis? Jika sesuai dengan keduanya, bergembiralah karena kamu bertindak sesuai dengan nilai- nilai Allah dan Rasul-Nya. Akan tetapi, jika kebencianmu tidak sesuai dengan keduanya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu mengikuti hawa nafsu"
Ya Allah Jadikan Aku Orang yang Beruntung di Hari Akhir nanti
Pada suatu hari Rasulullah SAW berkata pada seorang sahabatnya :
"Hai Fulan, janganlah kamu memperbanyak tidur di malam hari. sebab banyak tidur di malam hari akan membuatmu miskin pada hari kiamat nanti"
Renungkan dan hayatilah firman Allah berikut ini "Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. mudah- mudahan Robbmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji" (Al- Israa:79)
"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan diakhir- akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah" ( Adz Dzuriyaat : 17- 18)
Rasulullah bersabda :
"Ada tiga suara yang dicintai Allah, yaitu suara ayam jantan yang berkokok menjelang waktu subuh, suara orang membaca Al- Aquran dan suara yang memohon ampunan di waktu subuh"
Sufyan Tsauri menjelaskan bahwa menjelang subuh, angin yang berhembus membawa zikir dan istigfar orang mukmin ke hadapan Allah yang Maha Kuasa. Bila permulaan malam tiba, para penyeru yang ada dibawah Arsy menyeru, "Berdirilah wahai hamba- hamba Allah yang tekun ibadah. Lakukanlah shalat malam sekehendak hatimu!"
Bila pertengahan malam mereka berseru, "Wahai orang-orang yang taat, bangunlah!" Maka merekapun bangun untuk melakukan shalat sampai menjelang subuh. Ketika menjelang subuh, mereka berseru lagi, "Wahai, orang- orang yang memohon ampupunan, bangunlah!" Maka mereka pun bangun memohon apmpunan Allah.
Ketika fajar terbit, dikumandangkan pula seruan, "Bangunlah, wahai orang- orang yang hidup dalam kelalaian!" Maka mereka pun bangun dari tidurnya bagaikan mayat dibangkitkan dari kubur.
"Hai Fulan, janganlah kamu memperbanyak tidur di malam hari. sebab banyak tidur di malam hari akan membuatmu miskin pada hari kiamat nanti"
Renungkan dan hayatilah firman Allah berikut ini "Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. mudah- mudahan Robbmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji" (Al- Israa:79)
"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan diakhir- akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah" ( Adz Dzuriyaat : 17- 18)
Rasulullah bersabda :
"Ada tiga suara yang dicintai Allah, yaitu suara ayam jantan yang berkokok menjelang waktu subuh, suara orang membaca Al- Aquran dan suara yang memohon ampunan di waktu subuh"
Sufyan Tsauri menjelaskan bahwa menjelang subuh, angin yang berhembus membawa zikir dan istigfar orang mukmin ke hadapan Allah yang Maha Kuasa. Bila permulaan malam tiba, para penyeru yang ada dibawah Arsy menyeru, "Berdirilah wahai hamba- hamba Allah yang tekun ibadah. Lakukanlah shalat malam sekehendak hatimu!"
Bila pertengahan malam mereka berseru, "Wahai orang-orang yang taat, bangunlah!" Maka merekapun bangun untuk melakukan shalat sampai menjelang subuh. Ketika menjelang subuh, mereka berseru lagi, "Wahai, orang- orang yang memohon ampupunan, bangunlah!" Maka mereka pun bangun memohon apmpunan Allah.
Ketika fajar terbit, dikumandangkan pula seruan, "Bangunlah, wahai orang- orang yang hidup dalam kelalaian!" Maka mereka pun bangun dari tidurnya bagaikan mayat dibangkitkan dari kubur.
Sumber : buku Kepada Anakku Dekati Tuhanmu
Friday, April 13, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)
