Thursday, August 28, 2014

With You By Raef

With You (Raef Cover) Chris Brown

By: Raef

Allah,
I need Allah,
And the hearts all over the world tonight.
I said there’s hearts all over the world tonight

What can I do?
I need Allah,
And the hearts all over the world tonight.
I said there’s hearts all over the world tonight

Wish I was smarter, when I was younger.
Found something better – made me a winner and,
I’m so glad to be Yours!
It’s my life that you own.

I start my journey when You forgive me
I swear my whole world stops.
You are in my heart and, I’m so glad that its fine
You are One truly kind…

You lighten me!
(I) Feel it, through and through, and
For sure ya Rabbee, there ain’t nothing You can’t do!
Because if I got You,
I don’t need money!
I don’t need cars!
Lord, you’re my all!

And…Oh!
I’m into You my Lord,
No one else would do!
With every test you put me through,
the miracles, you help me do..
And now I know I can’t be the only one,
I bet there’s hearts all over the world tonight,
with the Love of their life who feel…what I feel when I’m

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!
With You, with You, with You, ya Raheem!

I don’t want nobody else
Without You there’s no one left and,
the Master of judgment day,
I got to have Your love and I cannot do without,

If I got You,
I don’t need money!
I don’t need cars!
Lord, you’re my all!

Oh!
I’m into You my Lord,
No one else would do!
With every test you put me through,
the miracles, you help me do..

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!
With You, with You, with You, ya Raheem!

And I will never try to deny,
That You are my life,

Because if You ever let me go I would die!

So, I won’t front!
I don’t need another mission,
I just need you as my vision!
If I got You, I’ll be straight,
Rabbee I need you every day!

I need Allah…
And the hearts all over the world tonight,
I said there’s hearts all over the world tonight
What can I do?

I need Allah…
And the hearts all over the world tonight,
I said there’s hearts all over the world tonight

Rab ighfirly
Fantal kareemuu!

Wa3fu ya rabbee
Fantar raheemuu!

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!
With You, with You, with You, ya Raheem!

Tuesday, August 19, 2014

Mbah ..

Aku punya 2 nenek yang super, Mbah (ibu dari mamah) dan Mamih (ibu dari bapa).
Allah sayang sma Mbah, buktinya hampir 2  tahun yang lalu, mbah dipanggil sama Allah. Mbah belum sempat melihat aku wisuda, belum sempat melihat aku bekerja dan merasakan hasil kerjaku, bahkan aku belum sempat kasih Mbah cicit :( .. Padahal beliau seriing banget berdoa "Teh.. Mbah doakeun, teteh sing geura lulus, geura kerjaa, geura menangkeun jodoh nu soleh". Aamiin Mbah. Sekarang giliran teteh yang banyak berdoa buat Mbah.

Di rumah Mbah perhatian dan sayang sama anak, cucu, dan menantunya. Pernah suatu hari, waktu mamah masih jualan masakan, mbah ikut belanja ke pasar, beliau hanya nunggu di mobil. Waktu itu mamah dn aku bawa belanjaan banyyakk sekali, tetiba mbah nangis sesegukan, "Duh endang, neangan duit ku sampe kie kie amat, karunya ka si Endang" (duh Endang, nyari uang harus sampai segininya, kasian). Setiap aku dapet beasiswa dari kampus, pasti beliau nangis sesegukan juga, terharu sambil menyiumiku. Setiap aku bergadang ngerjain tugas, pasti mbah selalu bangun cuma untuk ngingetin supaya aku cepat tidur. Setiap pulang kuliah malam, pasti beliau menghampiri, untuk nanya "Teh, cape ya, mau makan apa, mau jajan ga?". Ga jarang Mbah kasih uang ke mamah, begitu ditanya untuk apa, Mbah bilang "Jang meuli daleman si Ai" (untuk beli pakaian dalam bapa), Mbah tau banget kalau pakaian dalam bapa memang udah g layak pakai. Perhatiannya Beliau.

Bukan hanya keluarga inti yang sayang sama Mbah, keponakan2annya, sepupu- sepupunya, kakak dan adiknya bahkan tetangga2 dirumah. Terbukti setiap hari lebaran tiba, rumah ku selalu kebanjiran pengunjung.

Satu hari sebelum beliau Pergi untuk selamanya, beliau maksa banget supaya aku, kintan dan Mbah makan bareng satu piring .. Ya Allah aku sayang sekali sama Mbah.

Dan tepat hari ini Mbah hadir di mimpiku, begitu jelas dan nyata. Tak kuasa rasanya menahan desakan bulir- bulir air yang memaksa keluar dari mataku.
Aku menangis . Menangis rindu, sungguh aku sayang dan sangat rindu sama Mbah.

Monday, March 3, 2014

Lebih mudah mana ??

Ketika kita berpikir negatif pada seseorang.......
Tanpa sadar, kita telah menghakimi orang itu.
 
Lebih mudah mana?
Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan,.......
atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka.

Lebih mungkin mana?
Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman.....
atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri..?

Lebih mudah mana?
Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan.....
atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?

Lebih penting mana?
Berusaha menguasai orang lain......
atau belajar menguasai diri sendiri?

Yang penting bukan bagaimana orang harus baik pada kita,  melainkan bagaimana kita berusaha baik pada orang lain. 
Bukan orang lain yang membuat kita bahagia,  melainkan  sikap kita sendiri-lah yang menentukan, kita bahagia atau tidak. 
Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini,
tidak akan terulang kembali.
Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,
yaitu BELAJAR .....
dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.

Hidup adalah PROSES,
Hidup adalah BELAJAR.
Tanpa ada batas umur
Tanpa ada kata tua.
Belajar sepanjang usia kita ada
Bukan BAHAGIA yang membuat kita bersyukur.
Namun dengan banyak BERSYUKUR akan Membuat kita bahagia.
Sumber : Chaca

Monday, December 23, 2013

Langit ingatkan ku padaNya

Alhamdulillah, bersyukur sekali di kantor dpet tempat duduk yang strategis .. ngadep jendela plus dekat masjid jadi selalu terdengar adzan ketika waktunya. subhanallah. Walaupun ga tinggi2 bgt hanya di lantai 3 tp rasanya senang dan damai bisa liat langit ... baru nyampe kantor liat langit, lg bete liat langit , lg pusing liat langit juga .. disanaa di langit ada Allah :) .. Allah selalu mengawasi apa aja yang aku kerjain dikantor :) selalu ada dalam keadaan apapun. Selalu membuat ku merasa tenangg ketika mengingatNya ...

WAITING FOR THE CALL

By IRFAN MAKKI
Miles away, oceans apart
Never in my sight, but always in my heart
The love is always there, it will never die
Only growing stronger, a tear rolls down my eye

I'm thinking all the time
When the day will come
Standing there before you
Accept this Hajj of mine

Standing in ihram, making my tawaf
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan

O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall

I feel alive and I feel strong
I can feel Islam running through my veins
To see my Muslim brothers, their purpose all the same
Greeting one another, exalting one True Name
I truly hope one day, everyone will get the chance 
To be blessed with the greatest honour
Of being called to Your Noble House

Standing in ihram making my tawaf, 
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan

O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall

Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)

Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)

O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall

O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall

Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)

Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)

Cinta Itu ... ?

 
cinta itu mengorbankan kenikmatan sesaat demi bahagia menjelang | berani menyimpan rasa karena ketaatan demi karunia tak berbilang

cinta itu menahan pandangan karena ingin memuliakan | menahan gejolak lisan karena menjaga kehormatan

rasa yang ada di hatimu | biar hanya Allah yang tahu

@felixsiauw

Wednesday, April 18, 2012

Makna Sebuah Titipan

Karya : W.S. Rendra

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh Nya?


Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita


Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.


Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
“aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku


Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,


Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”





Suatu saat Umar bin Khaththab pernah mendengar seseorang berdo’a, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit”. Mendengar itu, Umar terkejut dan bertanya, “Kenapa engkau berdoa demikian?” Sahabat itu menjawab, “Karena saya mendengar Allah berfirman, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”, makanya aku memohon agar aku termasuk yang sedikit tersebut.”